Kairo (ANTARA) - Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Rabu (21/10), menyatakan bantuan militer Mesir untuk Arab Saudi, jika diberikan, hanya untuk tujuan pertahanan dan tidak akan melibatkan serangan terhadap Yaman.

"Upaya militer Mesir bertujuan mempertahankan wilayah kerajaan tersebut dan tidak mencakup serangan terhadap Yaman. Fokusnya melindungi wilayah dan perbatasan Arab Saudi, serta negara Arab lainnya, jika mereka mengajukan permintaan kepada Mesir," kata Sisi, seperti dikutip kantor kepresidenan.

Sisi menegaskan bahwa militer Mesir tidak akan beroperasi di luar wilayah negaranya atau di wilayah negara sahabat yang keamanan dan stabilitasnya ingin dijaga Kairo.

Pada awal Oktober, Sisi juga menyatakan Kairo siap mengambil langkah pertahanan yang diperlukan untuk melindungi keamanan dan kedaulatan Arab Saudi jika Riyadh memintanya.

Keputusan semacam itu memerlukan persetujuan parlemen Mesir.

Dewan Pertahanan Nasional Mesir telah menyetujui dukungan menyeluruh kepada Arab Saudi guna menjamin keamanan dan keutuhan wilayahnya.

Berdasarkan Konstitusi Mesir, pengerahan pasukan bersenjata untuk misi tempur di luar negeri memerlukan persetujuan sedikitnya dua pertiga anggota parlemen dalam sidang tertutup.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Pakistan dan Mesir kecam serangan Houthi, usul pertemuan empat pihak

Baca juga: Parlemen Mesir bahas kemungkinan pengerahan pasukan dukung Arab Saudi

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Asri Mayang Sari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira