Purwokerto (ANTARA) - Daun di sekitar rumah yang selama ini dianggap biasa, adonan tepung yang diolah menjadi pastry, hingga biji kopi yang diracik menjadi minuman kekinian, kini membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Peluang tersebut mulai dilihat Mumtahana, peserta pelatihan ecoprint asal Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sebelumnya, ia tidak mengenal teknik pewarnaan kain menggunakan bahan alami.
Akan tetapi melalui pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil yang diselenggarakan Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada 30 Oktober hingga 2 November, dia belajar memanfaatkan dedaunan dan bunga menjadi motif kain bernilai ekonomi.
Bagi Mumtahana, pelatihan tersebut mengubah cara pandangnya terhadap potensi sumber daya di lingkungan tempat tinggal. Daun dan bunga yang sebelumnya dianggap biasa ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.
Setelah mengetahui produk ecoprint memiliki potensi harga jual cukup tinggi, dia semakin tertarik mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha.
"Ini ternyata harganya fantastis sekali. Keren banget. Semoga setelah pelatihan kita juga bisa mengembangkan ilmu ini," kata dia.
Semangat serupa dirasakan Yunita Rizka Damayuti, peserta pelatihan pembuatan pastry di Banyumas. Dia sebenarnya pernah membuat roti, meskipun hanya sesekali untuk kebutuhan keluarga, terutama menjelang Lebaran.
Namun, pelatihan tersebut memberinya dorongan untuk mengembangkan kemampuan menjadi peluang usaha. Dia melihat kebiasaan anak muda yang gemar menghabiskan waktu di kedai kopi turut membuka pasar bagi makanan pendamping minuman, seperti cake, croissant, dan aneka pastry.
"Menurut saya sangat bermanfaat, terutama kalau kita mau mencoba bikin usaha. Anak-anak zaman sekarang kalau nongkrong di kedai kopi biasanya selain kopi juga suka pastry, cake, atau croissant," kata Yunita.
Peluang lain dilihat Nisfi Ramdhani, peserta pelatihan pengolahan kopi di Banyumas. Melalui pelatihan barista, dia belajar mulai dari pemilihan biji kopi, membedakan kualitas bahan baku, tingkat pemanggangan, hingga teknik penyajian.
Pengetahuan tersebut menjadi modal awal apabila suatu saat ingin merintis usaha kedai kopi atau kafe. Meski demikian, ia mengakui sejumlah keterampilan masih membutuhkan latihan, terutama teknik steaming milk dan membuat latte art.
"Yang agak sulit itu steaming susu, karena membuat foam-nya ternyata tidak gampang. Apalagi kalau membuat latte art, itu membutuhkan keterampilan tambahan. Tidak semuanya sekali mencoba langsung bisa," kata Nisfi.
Pengalaman ketiga peserta tersebut memperlihatkan bahwa peluang usaha dapat tumbuh dari keterampilan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kemampuan menghasilkan produk saja belum cukup untuk memastikan usaha dapat berkembang dan bertahan.
Enam pelatihan
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Sumarwoto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira