Jakarta (ANTARA) - Mercedes Benz yang sempat mengumumkan bahwa akan mulai memproduksi GLC di Amerika Serikat pada awal tahun ini, namun kini produsen mobil Jerman itu justru menunda rencana tersebut hingga lebih dari dua tahun.

Melansir Carscoop (6/11), produksi GLC di AS mungkin tidak akan dimulai hingga Mei 2030 hal ini melampaui perkiraan perakitan yang diprediksi dapat dimulai pada 2027.

Hingga kini belum ada penjelasan yang jelas soal penundaan tersebut, namun keputusan ini diperkirakan akan berdampak pada laba bersih perusahaan.

Baca juga: Mercedes tampilkan livery spesial bertajuk Mercedes-Benz 'MANUFAKTUR'

Produsen mobil tersebut menjual hampir 54.000 unit GLC selama sembilan bulan pertama tahun 2026 di AS, dan lebih dari 71.000 unit secara total pada tahun 2025.

SUV itu diproduksi di Eropa dan dikenakan tarif 15 persen, sementara di AS terdapat rencana pembaruan manufaktur yakni tarif dipotong menjadi 10 persen oleh Departemen Perdagangan AS.

Perusahaan juga menunjukkan keseriusannya pada pasar AS, merek ini mengoperasikan fasilitas manufaktur di Alabama dan memproduksi GLE, GLE Coupe dan GLS.

Baca juga: Mercedes-Benz pastikan Baby G-Class masuk ke pasar lebih cepat

Pabrik itu pun tercatat telah memproduksi kendaraan ke-5 juta pada awal tahun ini, dan berkomitmen menginvestasikan lebih dari tujuh juta dolar AS dalam operasinya di AS hingga 2030 serta mengalokasikan empat miliar dolar AS khusus untuk Alabama sebagai bentuk keseriusan untuk produksi di AS.

Versi generasi GLC berikutnya pun diprediksi akan mempertahankan berbagai pilihan mesin pembakaran internal dan hybrid serta menawarkan varian GLC elektrik.

Baca juga: Mercedes-Benz dan Nvidia kembangkan sistem kemudi otonom generasi baru

Baca juga: Mercedes-Benz akan hentikan penjualan beberapa model EV di wilayah AS

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Source: ANTARA · Sinta Ambarwati

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira