Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengecam kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan berusia 16 tahun di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang diduga dilakukan oleh ayah tiri dan kakek tiri korban.
"Kami sangat mengecam dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat korban karena keluarga seharusnya menjadi lingkungan pertama yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.
KemenPPPA terus berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) PPA Kabupaten Boyolali untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis dan layanan kesehatan sesuai kebutuhannya.
Menurutnya, pihak UPTD PPA Kabupaten Boyolali telah mengunjungi rumah korban dan keluarganya untuk memberikan pendampingan psikologis serta memastikan pemenuhan kebutuhan layanan korban.
UPTD PPA Kabupaten Boyolali juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk memantau kesehatan, pemeriksaan kehamilan, dan persiapan persalinan sesuai kondisi medis korban, serta mengupayakan bantuan sosial bagi korban dan keluarganya.
"Kami mengapresiasi gerak cepat UPTD PPA Kabupaten Boyolali yang telah melakukan pendampingan terhadap korban. Kami mendorong seluruh pihak memastikan kesinambungan layanan agar korban mendapatkan perlindungan, mulai dari pendampingan hukum hingga pemulihan korban," kata Arifah Fauzi.
Ia juga mengapresiasi aparat kepolisian yang bergerak cepat usai menerima laporan aduan kasus ini.
"Kami berharap aparat penegak hukum dapat profesional menangani proses hukum dan memberikan keadilan bagi korban. Saat ini korban membutuhkan pendampingan, perhatian, dan dukungan agar dapat menjalani proses pemulihan dengan aman tanpa tekanan maupun stigma. Mari kita lindungi korban dengan memastikan hak-haknya tetap terpenuhi dan menjaga kerahasiaan identitas anak," tutur Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Baca juga: Peneliti: Penanganan kekerasan seksual anak harus berpihak pada korban
Baca juga: Cegah kekerasan anak, Menteri PPPA soroti pengasuhan positif keluarga
Baca juga: Menteri Arifah kecam kekerasan seksual terhadap perempuan di Boyolali
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Anita Permata Dewi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira