Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan kolaborasi Kementerian Pertanian dan TNI menjadi kunci memperkuat swasembada pangan nasional menghadapi tantangan perubahan iklim serta menjaga ketahanan berkelanjutan.

"Sinergi tersebut perlu terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pangan, mengantisipasi ancaman perubahan iklim, dan memastikan ketahanan nasional berkelanjutan," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Mentan menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi 46 perwira siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) 56 Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) di Jakarta. Pertemuan itu merupakan bagian dari kunjungan objek strategis bertema Pilarisasi Pangan Lokal sebagai Strategi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan.

Mentan menekankan tantangan pangan ke depan semakin kompleks, terutama akibat perubahan iklim yang memicu kekeringan dan mengganggu produksi pertanian. Karena itu, penguatan kolaborasi dan kesiapan menghadapi risiko produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Amran juga menekankan pentingnya peran TNI dalam mendukung pembangunan pertanian.

Menurutnya, keterlibatan TNI menjadi bagian dari kerja bersama untuk memastikan program pangan dapat berjalan hingga ke lapangan, sekaligus memperkuat kesiapan negara menghadapi potensi gangguan pasokan pangan.

"Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga berhubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas nasional," ujarnya.

Karena itu, kata dia, kebijakan pangan perlu dirancang secara cermat, berbasis analisis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Dia juga menyoroti pentingnya keberanian mengambil keputusan yang tepat dalam memperbaiki tata kelola sektor pertanian. Ia mencontohkan penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk sebagai salah satu bentuk kebijakan yang dapat mempercepat layanan kepada petani dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Perwira siswa Sesko TNI, Kolonel Infanteri Henki Vantriardo, mengatakan audiensi tersebut memberikan banyak pencerahan mengenai pentingnya kolaborasi Kementan dan TNI dalam mendukung swasembada pangan.

“Kami mendapatkan banyak pencerahan, arahan, dan nasihat dari Bapak Menteri Pertanian. Beliau menekankan bahwa kolaborasi Kementerian Pertanian dengan TNI selama ini telah mewujudkan swasembada pangan yang sudah cukup lama kita idam-idamkan,” ujar Henki.

Menurut Henki, dukungan TNI terhadap pembangunan pertanian harus terus dijaga, dipelihara, dan ditingkatkan.

Kedaulatan pangan, katanya, merupakan salah satu fondasi strategis bagi kemampuan Indonesia untuk bertahan menghadapi tantangan, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Kedaulatan pangan adalah salah satu senjata agar kita bisa bertahan, bersaing, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Karena itu, dukungan TNI terhadap kedaulatan pangan berkelanjutan harus tetap dijaga, dipelihara, dan ditingkatkan,” katanya.

Sebanyak 46 perwira siswa mengikuti audiensi tersebut, terdiri atas 21 personel TNI Angkatan Darat, 16 personel TNI Angkatan Laut, dan 9 personel TNI Angkatan Udara.

Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya para perwira siswa menghimpun bahan dan memperdalam pemahaman mengenai kebijakan serta strategi pembangunan pangan nasional untuk kebutuhan seminar Dikreg 56 Sesko TNI.

Henki menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdiskusi langsung dengan Menteri Pertanian. Ia menegaskan kesiapan para perwira siswa untuk terus mendukung kolaborasi dengan Kementan dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.

“Kami siap untuk berkolaborasi ke depannya dan memohon arahan dari Bapak Menteri Pertanian,” katanya.

Baca juga: Indonesia ekspor 1.000 ton beras ke Malaysia jadi kado HUT Ke-81 RI

Baca juga: Mentan: Penyaluran beras bentuk perhatian pemerintah

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Harianto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira