Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meminta lulusan poli teknik pariwisata (Poltekpar) untuk selalu menjunjung tinggi kearifan lokal dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
"Ingatlah, keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi posisi yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat saudara hadirkan bagi masyarakat," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dalam acara wisuda Poltekpar Bali pada Kamis (22/10), Widiyanti mengatakan menjunjung tinggi kearifan lokal menjadi landasan penting bagi pembangunan pariwisata yang selaras dengan kelestarian lingkungan dan budaya di tengah terbukanya peluang karier global.
Di Bali misalnya, terdapat filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesamanya maupun alam.
Kementerian Pariwisata sendiri dikatakanya terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang melalui pembelajaran di Poltekpar.
Baca juga: Kemenpar dorong “sport tourism” lewat gelaran olahraga
Pemerintah juga terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional.
Berdasarkan data yang ia beberkan untuk periode Juli 2024–Juli 2027, sebanyak 1.021 mahasiswa Poltekpar tercatat mengikuti program magang di luar negeri, setara 14,36 persen dari total mahasiswa magang.
Lulusan Poltekpar juga semakin berkiprah di tingkat internasional, salah satunya melalui Program Apprentissage Restauration Indonésie France (ARIF) di Prancis, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis, Institut Français d'Indonésie, dan CFA Poitiers.
Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti berharap para mahasiswa dapat ikut berkontribusi dalam menjaga laju tren positif di sektor pariwisata. Kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 mencapai 15,39 juta, tumbuh 10,80 persen, sedangkan wisatawan nusantara mencatatkan 1,2 miliar perjalanan, meningkat 17,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren positif berlanjut pada Januari–Agustus 2026 dengan 10,58 juta kunjungan wisman, tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah tekanan geopolitik global, pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi kedua terkuat di antara lima ekonomi terbesar Asia Tenggara.
Pertumbuhan kunjungan wisatawan turut diikuti peningkatan pengeluaran selama berwisata di Indonesia. Pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisman meningkat 6,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Kemenpar berupaya perluas akses konektivitas wisatawan Australia
Peningkatan tersebut berkontribusi terhadap penerimaan devisa negara. Pada 2025, devisa pariwisata mencapai 18,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp305,47 triliun, sedangkan pada semester I 2026 tercatat 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 rata-rata berada di atas 5 persen, dengan sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Pada 2025, kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 4,78 persen atau Rp1.138,90 triliun. Sementara pada semester I 2026, kontribusinya berada pada kisaran 4,02 hingga 4,90 persen terhadap PDB nasional.
Kepercayaan investor juga terus meningkat. Realisasi investasi pariwisata pada 2025 tumbuh 56,05 persen menjadi Rp73,56 triliun. Pertumbuhan berlanjut pada semester I 2026 dengan realisasi Rp39,68 triliun, meningkat16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan investasi membuka lebih banyak kesempatan kerja. Sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025.
Baca juga: Indonesia naik ke Peringkat Kedua Global Muslim Travel Index 2026
Baca juga: Kemenpar jajaki peluang bisnis pariwisata lewat Mega FAM Trip WITF
Baca juga: Kemenpar-BPOLBF promosikan wisata daratan Flores lewat Famtrip
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hreeloita Dharma Shanti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira