Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Arrmanatha Nasir menyerukan agar anggota APEC membangun kerja sama yang semakin solid demi membangun ketahanan dan konektivitas di Asia Pasifik.

Pesan tersebut disampaikan Menlu Arrmanatha dalam APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) Ministerial Meeting (AMM) ke-37 bertema “Building an Asia-Pacific Community to Prosper Together” yang dilaksanakan secara daring, Selasa (3/11).

“Menghadapi ketidakpastian global saat ini, APEC harus semakin solid dalam kerja sama membangun ketahanan dan konektivitas di Asia Pasifik,” kata Menlu Arrmanatha melalui pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Menlu Tata turut menekankan bahwa penguatan ketahanan nasional menjadi prioritas Indonesia termasuk di bidang energi dan pangan, yang didukung dengan pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, ketahanan nasional akan menjadi fondasi bagi ketahanan kawasan dan global.

“Di tengah ekonomi global yang semakin saling terhubung, penguatan ketahanan nasional memerlukan kerja sama inklusif dan berkelanjutan,” sambungnya.

Di tengah keterhubungan digital yang semakin intensif, Menlu juga mengharapkan APEC mempererat konektivitas yang tidak terbatas di ranah fisik.

“Kecerdasan buatan dapat menjembatani pertukaran berbagai pemikiran, pengetahuan dan peluang di kawasan,” ujar Menlu, sembari mendorong peningkatan investasi dalam skil digital.

Melalui kerja sama di APEC, kecerdasan buatan diharapkan semakin diberdayakan bagi pembangunan di kawasan, secara aman, bertanggung jawab dan berorientasi pada manusia.

Indonesia juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di kawasan juga membutuhkan penguatan sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan, dengan WTO sebagai intinya.

Menlu yang akrab disapa Tata itu mengajak anggota APEC untuk mendorong reformasi di WTO menjadi semakin bermakna dan inklusif, sehingga lebih bermanfaat nyata bagi semua pihak.

Dirinya juga menyerukan agar APEC senantiasa berperan sebagai forum dan penggerak utama kerja sama ekonomi di kawasan.

“APEC harus menjadi inkubator gagasan dengan hasil dan manfaat yang semakin nyata dan berdampak,” ucapnya.

AMM ke-37 diselenggarakan oleh China, selaku tuan rumah, guna membahas beberapa agenda kunci dan deliverables yang akan disepakati pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC, tanggal 18-19 November 2026 di Shenzhen, China.

AMM ke-37 dihadiri oleh 21 ekonomi anggota APEC dan 3 perwakilan lembaga internasional. Sebagai Ekonomi Anggota APEC sejak 1989, Indonesia aktif berkiprah memberikan sumbangsih terhadap pemajuan kerja sama ekonomi dan pembangunan di Asia Pasifik.

Baca juga: Indonesia tekankan kerja sama dengan negara lain bangun transportasi

Baca juga: Indonesia ajak anggota APEC bergabung dalam World Mangrove Center

Baca juga: Indonesia nilai pertemuan Xi-Trump bawa suasana positif dalam APEC

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira