Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya peran pihak sekolah dan orang tua untuk mencegah perundungan di lingkungan pendidikan.
"Saya kira itu satu kesatuan dengan sistem pendidikan kita di level kepala sekolah dan tenaga didik. Jadi harus ada orientasi baru para kepala sekolah, para pendidik atau guru, yang terus-menerus berkoordinasi dengan orang tua murid," kata Menko Muhaimin Iskandar di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu.
Baca juga: KPPPA pastikan pendampingan hingga pulih keluarga korban perundungan
Ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan bersama untuk melindungi anak dari perundungan dan mencegah anak menjadi pelaku.
Menurutnya, komunikasi antara sekolah dan orang tua tidak boleh hanya dilakukan ketika masalah sudah terjadi.
Kedua pihak dinilai perlu membangun langkah-langkah preventif agar potensi perundungan dapat dikenali dan ditangani lebih awal, baik ketika anak berisiko menjadi korban maupun menunjukkan perilaku sebagai pelaku.
"Hal ini bukan saja melindungi ancaman bullying, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah preventif bersama para orang tua agar anak-anaknya tidak menjadi korban maupun pelaku bullying. Yang paling penting itu," kata Muhaimin.
Menurut dia, pendekatan bersama bertujuan untuk memastikan persoalan perundungan ditangani dari kedua sisi.
Perlindungan terhadap korban harus berjalan beriringan untuk mencegah perilaku perundungan berulang, sehingga lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman bagi seluruh anak untuk belajar dan berkembang.
Baca juga: Cegah bullying, KPPPA dorong implementasi Budaya Sekolah Aman & Nyaman
Baca juga: KPPPA tegaskan anak terduga pelaku perundungan harus dilindungi
Penguatan komunikasi antara pendidik, pengelola lembaga pendidikan, dan keluarga menjadi bagian penting dari upaya membangun lingkungan belajar yang aman serta mencegah perundungan sejak dini.
Anak perlu mendapatkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya agar dapat belajar, membangun karakter, dan mengembangkan potensinya tanpa ancaman kekerasan maupun perundungan.
Oleh karena itu, sinergi keluarga dan lembaga pendidikan perlu diperkuat agar pencegahan tidak berhenti pada penanganan kasus, tetapi menjadi bagian dari keseharian dalam mendidik dan mendampingi anak.
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Anita Permata Dewi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira