Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan sebanyak 33,1 juta keluarga telah menerima manfaat dari berbagai program perlindungan sosial dalam dua tahun terakhir.
"Pada 2026, pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program dalam rangka mengurangi beban pengeluaran keluarga, antara lain PKH bagi 10 juta keluarga, bantuan sembako bagi 17,6 juta keluarga, serta bantuan beras dan minyak goreng bagi 33,1 juta keluarga," kata Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Kamis.
Hal itu dikatakannya saat menghadiri acara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau, Kamis.
Menurut Kemenko PM, upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk melindungi masyarakat rentan sekaligus mendorong mereka agar semakin mandiri secara ekonomi.
Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa angka kemiskinan nasional pada 2025 telah turun menjadi 8,07 persen, dari sebelumnya 9,03 persen pada Maret 2024.
Baca juga: Melindungi kelas menengah sebelum guncangan menjadi kemunduran
Pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun menjadi maksimal 5 persen pada 2029. Pada tahun yang sama, pemerintah juga menargetkan lahirnya 10 juta orang bekerja dan berusaha.
Upaya pemberdayaan juga menyasar keluarga penerima manfaat bantuan sosial.
Kemenko PM mencatat sebanyak 199.929 keluarga telah graduasi dari bansos, sementara 78.337 keluarga mendapat dukungan melalui program Pemberdayaan Sosial Ekonomi.
"Kita memiliki tanggung jawab sebesar 22,93 juta jiwa, 88 kabupaten lokasi kemiskinan, kemudian terdapat 16.550 desa yang harus terus kita perhatikan," kata Muhaimin Iskandar.
Pemberdayaan keluarga juga turut dilakukan melalui Sekolah Rakyat yang memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin sekaligus mendorong orang tua mereka membangun kemandirian ekonomi.
Dengan demikian, upaya memutus rantai kemiskinan tidak hanya menyasar generasi saat ini, tetapi juga membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak keluarga miskin.
Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa perubahan pendekatan ini membutuhkan konsistensi dan kolaborasi seluruh pihak.
Baca juga: Menko Muhaimin dorong perluasan perlinsos agar manfaat tepat sasaran
Baca juga: Agar perlindungan tak salah alamat
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Anita Permata Dewi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira