Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan perlunya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah terkait ketaatan aturan tata ruang mengingat Indonesia berada di wilayah Cincin Api Pasifik (ring of fire).
Menko AHY usai Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Rabu malam, menegaskan perlunya kewaspadaan seperti yang disoroti Presiden Prabowo dalam acara hari ini, mengingat posisi Indonesia yang berada di wilayah ring of fire yang rawan bencana alam seperti gempa bumi dan erupsi gunung berapi.
"Oleh karena itu, tata ruang wilayah itu juga harus dipastikan mematuhi segala yang diatur oleh negara. Pemerintah pusat maupun daerah juga harus berkolaborasi untuk memastikan tidak ada yang mengabaikan tata ruang," tuturnya.
AHY mengingatkan bahwa ketidaktaatan terhadap aturan mengenai tata ruang dapat meningkatkan potensi kerawanan ketika menghadapi bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia karena posisi geografisnya.
"Kita harus memiliki ketahanan dalam pembangunan infrastruktur Jadi infrastruktur tidak hanya membangun lebih banyak tapi juga lebih kuat, lebih punya daya tahan dan adaptasi terhadap perubahan iklim," kata Menko AHY menambahkan.
Baca juga: KLH soroti perlu perbaikan tata ruang di wilayah banjir Sumatera
Baca juga: ATR: Tata ruang daerah terdampak bencana Sumatera harus didesain ulang
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti dampak perubahan cuaca dan kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api sebagai tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia, saat membuka Sidang Kabinet Paripurna pada hari ini.
Prabowo mengingatkan wilayah Indonesia berada di gugusan kepulauan yang menjadi bagian dari cincin api Pasifik. Wilayah yang masuk ke ring of fire sendiri identik dengan gunung-gunung berapi aktif dan lempeng-lempeng kontinental yang terus bergerak sehingga menghadirkan risiko bencana alam.
Prabowo mengatakan kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhitungkan dalam menjalankan pemerintahan.Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut juga memberikan peluang bagi Indonesia, antara lain berupa tanah yang relatif subur dan kandungan mineral berharga.
"Walaupun kita berada di lingkaran api, lingkaran api ini juga menghasilkan tanah yang relatif subur, kemudian mineral-mineral yang sangat berharga," ujarnya.
Baca juga: BNPB sarankan peta risiko bencana jadi acuan tata ruang daerah
Baca juga: Badan Geologi: Jangan anggap remeh peta bencana dalam pembangunan RTRW
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Prisca Triferna Violleta
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira