Tangerang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan banjir di jalan menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) segera diatasi mengingat tidak hanya terkait penerbangan namun juga menyangkut kelancaran pariwisata dan investasi.

"Bicara sektor pariwisata, bicara investasi dan itu juga dimulai dari pintu masuknya serta pintu keluarnya. Artinya orang datang dan keluar melalui Bandara Soekarno-Hatta. Maka itu, masalah banjir harus ditangani dan mitigasi," kata AHY saat meninjau Kali Prancis di Tangerang, Jumat.

Ia juga menegaskan penanganan banjir tak selalu berjalan lancar, terkadang ada hambatan. Namun demikian, berbagai upaya terus pemerintah lakukan demi memastikan penanganan banjir yang dilakukan berjalan lancar.

"Kami sejak awal memberikan prioritas untuk banjir di sekitar kawasan Bandara Soetta karena situasi ini mengganggu masyarakat dan tentunya menghambat aktivitas ekonomi termasuk tadi mengganggu Operasional dari Bandara Soekarno Hatta," katanya.

Menko AHY menjelaskan masalah banjir khususnya di jalan tol menuju Bandara Soekarnoe-Hatta berpengaruh langsung terhadap operasional yang melayani jutaan penumpang.

Pada periode musim hujan yakni Bulan Januari yang lalu banjir sebabkan penundaan penerbangan hingga 20 persen atau lebih dari 150 penerbangan dan hal tersebut pasti berpengaruh pada aktivitas ekonomi.

Dari hasil tinjauan, hal tersebut terjadi karena sedimentasi dan pendangkalan sungai Prancis dan anak sungai Prancis. Maka itu berbagai upaya dilakukan diantaranya normalisasi sungai Perancis menggunakan sejumlah kendaraan ekskavator agar kapasitas maksimal dan alirannya tetap terjaga dengan baik.

"Alat berat sudah diturunkan. Semoga dalam waktu dekat bisa menjadi solusi dalam menekan banjir di Tangerang dan juga sekitar Bandara Soetta," katanya.

Menurut dia, dalam waktu dua bulan menuju musim penghujan, semua lini telah ditekankan untuk melakukan persiapan. Misalnya saja Jasa Marga sudah menyiagakan pompa-pompa, yang sudah ditempatkan pada titik rawan.

"Ada penanganan skala awal jangka pendek, namun ada juga jangka panjang. Kita semua koordinasikan agar ketika terjadi kejadian di lokasi bisa ditangani sebagai upaya mitigasi," katanya.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Achmad Irfan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira