Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan mengatakan, kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut harian akibat kebakaran hutan dan lahan turun menjadi sekitar 3.000 dari 10-15 ribuan per hari, dan total kumulatif 333.470 kasus per 22 Oktober 2026.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan di Jakarta, Kamis, sebagai upaya penanganan, pihaknya mengirimkan masker, di mana terdapat total kebutuhan sebanyak 1,6 juta, yang ditargetkan sudah selesai dikirimkan pada minggu depan.

"Kalau dia sudah pakai masker, dia terekspos, harus rawat, rawat pertamanya dengan oksigenasi. Kita harus kasih tabung oksigen dengan selangnya atau kita kasih oxygen concentrator. Itu juga akan kita kirim dalam seminggu dua minggu ini ke daerah-daerah," ujarnya.

Dia menargetkan agar semua daerah-daerah dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terindikasi merah atau hitam untuk memiliki fasilitas itu. Selain itu, pihaknya juga mengirimkan obat-obatan untuk penanganan bagi yang sakit.

Baca juga: Menkes sebut estimasi Tb RI turun karena gencarnya skrining

Budi mengatakan, penurunan terlihat dari jumlah kabupaten/kota yang ISPU-nya masuk kategori merah dan hitam. Dari sebelumnya 50 kabupaten/kota, kini turun menjadi 22 kabupaten/kota.

Meski demikian, dia mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati karena kualitas udara di sejumlah wilayah masih berbahaya bagi kesehatan. Pihaknya terus memantau perkembangan kasus ISPA dan dampak kesehatan lainnya di daerah terdampak.

Menurut Budi, langkah pencegahan utama yang perlu dilakukan masyarakat adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker.

"Nomor satu paling baik stay at home. Mau pakai apa pun kata-katanya, stay at home. Jangan keluar kalau kondisinya jelek. Kalau toh pun harus keluar, pakai masker," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Dr. dr. Ten Suyanti mengatakan, Kementerian Kesehatan menyiapkan ratusan fasilitas rumah oksigen serta layanan mobil keliling guna memberikan pertolongan cepat bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Then mengatakan di Jakarta, Kamis, rumah oksigen dihadirkan dalam bentuk ruangan atau bangunan khusus yang dilengkapi dengan pasokan oksigen, baik menggunakan oksigen konsentrat maupun tabung oksigen konvensional.

Baca juga: Kemenkes tangani 333.470 kasus ISPA dampak karhutla

Baca juga: Kemenkes siapkan 477 rumah oksigen respons dampak karhutla

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Mecca Yumna Ning Prisie

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira