Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Malam di Kampung Tegal Gede, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, masih menyisakan panas setelah terik matahari membakar kawasan industri itu. Namun, aktivitas penyaluran gas bumi terus berlangsung dari Stasiun Kompresor Gas Tegal Gede milik PT Pertamina Gas (Pertagas) West Java Area (WJA).
Di ruang kendali, operator memantau layar monitor untuk memastikan penyaluran gas berjalan normal, sedangkan pekerja lainnya memeriksa mesin operasional secara berkala guna menjaga keandalan fasilitas yang menopang aliran gas melalui jaringan pipa di wilayah Jawa bagian barat.
Jaringan sepanjang 606 kilometer itu membentang dari Cilegon di Provinsi Banten hingga Cirebon di Provinsi Jawa Barat. Infrastruktur ini menyalurkan gas bumi (natural gas) untuk memenuhi kebutuhan sejumlah industri strategis dan pembangkit listrik di wilayah tersebut.
Kepala Distrik Tegal Gede Pertagas WJA Fari Akhdiar Rachmad mengatakan jaringan pipa itu memiliki peran penting dalam menjaga pasokan energi bagi pelanggan.
"Jaringan ini memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan energi industri strategis maupun pembangkit listrik di wilayah Jawa bagian barat," kata Fari di Stasiun Kompresor Gas Tegal Gede pada 29 Oktober 2026.
Baca juga: Dedikasi insan maritim di garis depan mengawal pasokan energi
Jaringan tersebut mulai dibangun pada 1975 dan kini menjadi bagian dari sistem transportasi gas yang terintegrasi. Sistem ini menghubungkan berbagai sumber pasokan dan mengatur penyaluran gas melalui jaringan dengan tingkat tekanan yang berbeda.
Gas bumi yang dialirkan Pertagas WJA berasal dari sejumlah sumber, mulai dari sumur gas darat dan lepas pantai milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), fasilitas regasifikasi Nusantara Regas di Teluk Jakarta, hingga sumur lepas pantai di wilayah utara Jawa atau Offshore North West Java (ONWJ).
Jaringan itu juga terhubung dengan sistem South Sumatra West Java (SSWJ), yang menjadi bagian dari infrastruktur transportasi gas untuk memasok kebutuhan energi di wilayah Jawa bagian barat yang mencakup tiga provinsi.
Keandalan jaringan tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas para pelanggannya. Gas yang disalurkan di antaranya digunakan oleh PT Pupuk Kujang di Cikampek, kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan, serta pembangkit listrik yang dioperasikan Cikarang Listrindo dan PLN Nusantara Power.
Karena melayani kebutuhan berbagai sektor, gangguan pada penyaluran gas berpotensi memengaruhi kegiatan pelanggan. Oleh sebab itu, pemantauan aliran, pemeliharaan fasilitas, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dari pengoperasian jaringan.
Pertagas WJA memiliki 48 pelanggan utama atau offtaker yang bergantung pada layanan penyaluran gas tersebut. Untuk menjaga keandalan sistem, perusahaan menyiagakan personel di lima area operasi yang bekerja secara bergantian sepanjang hari.
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Pradita Kurniawan Syah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira