Alhamdulillah, Bapak Presiden mempunyai perhatian khusus kepada masyarakat Jambi. Sudah dua kali turun Banpres.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp125 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

Menhut dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan bantuan tersebut disalurkan dalam dua tahap dan dikirimkan langsung kepada pemerintah provinsi dan sejumlah kabupaten.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden mempunyai perhatian khusus kepada masyarakat Jambi. Sudah dua kali turun Banpres. Bantuan Presiden yang pertama sejumlah Rp85 miliar, dan kemudian minggu yang lalu juga ada Banpres tahap kedua sebesar 40 miliar. Jadi total 125 miliar,” ujar Menhut.

Berdasarkan alokasi Banpres, tahap pertama sebesar Rp85 miliar telah disalurkan kepada Provinsi Jambi dan empat kabupaten, yakni Kabupaten Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, dan Sarolangun.

Lebih lanjut, tahap kedua sebesar Rp40 miliar telah disalurkan kepada Kabupaten Merangin, Muaro Jambi, Tebo, dan Bungo. Dengan demikian, total Banpres untuk penanganan karhutla di Jambi mencapai Rp125 miliar.

Menhut meminta pemerintah daerah memastikan penggunaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Ia juga mendorong pemerintah daerah berkoordinasi sejak awal dengan aparat penegak hukum, agar penggunaan anggaran sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Terus berkoordinasi, jangan sampai nanti malah jadi masalah di kemudian hari, mohon pendampingannya dari sejak dini, dilakukan secara transparan dan akuntabel,” kata dia.

Selain itu, Menhut menjelaskan Banpres dapat digunakan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan penanganan karhutla, termasuk pembelian peralatan.

Jika kondisi karhutla mulai mereda, dana juga dapat diarahkan untuk kebutuhan kesiapsiagaan, seperti pembangunan sumur bor sebagai persiapan menghadapi karhutla berikutnya serta mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat.

Bantuan presiden tersebut merupakan dukungan di luar pengadaan helikopter, operasi modifikasi cuaca (OMC), pengerahan pasukan darat, dan pengadaan peralatan yang dilakukan pemerintah dalam penanganan karhutla.

“Ini adalah tanggung jawab kolektif kita dan oleh karena itu sekaligus saya meminta kepada masyarakat ya agar tidak lagi membakar hutan dan lahan,” ujar Raja Juli Antoni.

Baca juga: Akademisi UI: Penanganan karhutla perlu penegakan hukum berbasis bukti

Baca juga: BRIN kaji efektivitas penggunaan es kering dalam modifikasi cuaca

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Arnidhya Nur Zhafira

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira