Istanbul (ANTARA) - Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Rabu (28/10), menyerukan pembentukan kerangka kerja sama pertahanan yang "ambisius" dengan ASEAN yang beranggotakan 11 negara.
Di hadapan para menteri pertahanan ASEAN yang hadir, Hegseth menyebut peringatan 50 tahun hubungan AS-ASEAN pada tahun depan sebagai “tonggak sejarah yang penting.”
“Sebagai pengakuan atas tonggak sejarah ini, kami mengusulkan agar kita bekerja sama mengembangkan kerangka kerja sama pertahanan AS-ASEAN, sebuah kerangka praktis yang akan memandu kerja sama kita selama beberapa tahun ke depan,” kata Hegseth.
Dia menekankan apa yang disebutnya sebagai "beberapa tahun ke depan yang sangat krusial," saat berbicara dalam pertemuan gabungan dengan para menteri pertahanan ASEAN di Cebu City, Filipina, yang saat ini memegang keketuaan ASEAN.
“Pendekatan yang kami ambil dapat digambarkan sebagai pendekatan yang kuat, tenang, dan jelas. Cukup kuat untuk mencegah paksaan dan agresi, cukup tenang untuk menghindari eskalasi yang tidak perlu atau drama publik, serta membiarkan tindakan kita yang berbicara,” kata Hegseth.
Menteri Pertahanan China, Dong Jun, absen dalam Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM Plus) tahun ini. Sebagai gantinya, Beijing menugaskan atase pertahanan Kedubes China di Manila untuk mewakili China dalam pertemuan tersebut.
"Kita tidak akan selalu sepakat dalam segala hal, dan memang tidak perlu demikian," kata Hegseth kepada rekan-rekannya dari ASEAN.
"Namun, kesepakatan mengenai prinsip-prinsip dasar sudah cukup untuk mendukung kerja sama praktis di bidang-bidang di mana kepentingan kita bersama saling bersinggungan dan terlihat jelas," tambahnya.
Hegseth menyatakan bahwa AS akan bekerja sama dengan Singapura, yang akan memegang keketuaan ASEAN tahun depan, untuk menyusun kerangka kerja sama pertahanan tersebut.
"Saat kita menatap masa depan di kawasan ini, saya berharap kita bisa menjadi jauh lebih ambisius," tambahnya.
Pertemuan di Cebu City itu mencakup Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) ke-20 dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM Plus) ke-13, yang turut menghadirkan para menteri pertahanan dari AS, China, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan India, meski tahun ini China tidak mengirimkan menteri pertahanannya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Amerika Serikat dorong diplomasi energi nuklir di ASEAN
Baca juga: IRENA: Keluarnya AS tak pengaruhi komitmen transisi energi di ASEAN
Baca juga: AS siap kerja sama dengan ASEAN dalam ekonomi digital, energi, mineral
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira