Kalau ada aktivitas ekonomi di desa, kemudian orang bisa bekerja, kemudian bisa mendatangkan pendapatan, maka kemiskinan bisa ditekan. Kalau kemiskinan bisa ditekan Insya Allah stunting bisa kita tekan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmen menurunkan angka stunting, terutama di desa, dengan menyelesaikan akar masalah dari hulu sampai ke hilir.
"Kami di Kemendes melihat stunting bukan sekadar kurang gizi, tapi ada di balik itu yang perlu kami tuntaskan. Untuk penurunan stunting harus dimulai dari hulunya diantaranya sektor kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan," kata Mendes PDT Yandri Susanto dikutip di Jakarta, Selasa.
Hal itu dia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Pusat dan Daerah Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Wilayah Provinsi Banten.
Menurut Mendes, upaya penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari penyebab hingga pihak yang terlibat dalam permasalahan stunting di berbagai sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
Baca juga: Mendes sebut MBG dan dana desa bisa dukung penanganan stunting
"Kalau ada aktivitas ekonomi di desa, kemudian orang bisa bekerja, kemudian bisa mendatangkan pendapatan, maka kemiskinan bisa ditekan. Kalau kemiskinan bisa ditekan Insya Allah stunting bisa kita tekan," ucap Mendes Yandri.
Diketahui, penurunan angka stunting menjadi bagian dari program prioritas nasional untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas sehingga potensi alam tidak akan terabaikan.
Sejalan dengan itu Kemendes PDT terus menjalankan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan menggandeng berbagai mitra.
Baca juga: Posyandu disebut sebagai ujung tombak penurunan stunting
"Harusnya anak-anak dilindungi, kita perlu super team. Jadi untuk penurunan stunting ini ya ada Kemendagri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sejatinya kepentingan kita semua. Kita harus terlibat, keterlibatan itu harus pakai hati," kata Mendes Yandri.
Hal itu sejalan pula dengan paparan Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusumah yang meletakkan posisi anak-anak sebagai generasi penting untuk mencapai Indonesia yang lebih baik disertai dengan kemajuan teknologi dan pemanfaatan potensi alam secara maksimal.
"Anak-anak kita investasi yang sangat besar. Kalau kita tidak menjadikan anak-anak lebih hebat dari kita, maka kita adalah orang-orang yang merugi, kita adalah orang bodoh," katanya.
Baca juga: Kemendes minta seluruh desa lampaui target konvergensi stunting
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Tri Meilani Ameliya
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira