Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards membuka lagi jalur pengiriman lagu Indonesia ke ajang festival lagu pop internasional di Jepang seperti pada masa lalu.
"Pak Candra Darusman, dulu kita memang banyak sekali perlombaan-perlombaan yang dikirim ke Jepang itu ya. Termasuk yang juara di Indonesia nanti dikirim ke Jepang Festival World Popular Song," kata Fadli Zon dalam siaran langsung Konferensi Pers AMI Awards 2026 melalui kanal YouTube resmi AMI Awards yang disimak di Jakarta, Selasa.
Fadli mengatakan perubahan zaman menuntut spektrum kompetisi lagu yang lebih luas saat ini supaya mampu bersaing di ekosistem digital yang lebih global.
"Sayang itu sudah tidak ada lagi tapi sekarang ya kompetisinya lebih, spektrumnya lebih luas," ujar Fadli Zon.
Baca juga: Dukungan Dana Indonesia Raya untuk kemajuan seni musik
Fadli Zon menerangkan lagu-lagu yang dibuat oleh musisi Indonesia sedang digandrungi banyak penikmat musik, di mana berdasarkan data statistik pada daftar 50 lagu teratas (top 50) yang paling banyak diputar di platform musik Spotify, sebanyak 80 persen di antaranya didominasi oleh lagu-lagu di dalam negeri.
Dari statistik itu, Fadli optimistis tren lagu populer dari Korea Selatan sudah terlewati saat ini. Meskipun Indonesia belum bisa melakukan ekspor karya musiknya secara masif seperti yang dilakukan negara tersebut melalui gerakan "Korean Wave".
Namun, Fadli menilai lagu-lagu karya musisi tanah air diunggulkan oleh tingkat keragaman budaya Indonesia yang sangat tinggi.
Baca juga: Kemenbud dorong AMI Awards tolok ukur kemajuan musik RI era digital
"Musik tentu mempunyai satu porsi yang khas tersendiri bagi kita ini karena kita adalah negara dengan mega diversity, ekspresi budaya kita melalui musik ini sangat beragam, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote, ekspresi seni musik terutama dari berbagai macam suku bangsa kita ini punya 1.340 suku bangsa pasti unik, pasti akan menarik," kata Fadli.
Ketua Umum Yayasan AMI Candra Darusman mengatakan sudah merintis kerja sama selama dua tahun terakhir ini dengan komite penghargaan musik Jepang, Music Awards Japan (MAJ), melalui program timbal-balik berupa pemberian apresiasi khusus kepada pemenang penghargaan dari masing-masing negara.
Baca juga: AMI masih proses pembahasan kaji klasifikasi soal AI musik
"Salah satu inisiatif dari AMI sejak dua tahun yang lalu adalah bekerja sama dengan AMI-nya Jepang. Bentuknya kerja sama adalah kami masing-masing memberikan penghargaan kepada juara nasional masing-masing," kata Candra Darusman.
Candra Darusman mengatakan, rencana kolaborasi berikutnya ditargetkan melangkah ke fase produksi bersama (co-production) yang mempertemukan kreativitas musisi kedua negara.
"Mudah-mudahan tahap berikutnya adalah membuat co-production, karena kalau co-production itu berarti berkarya ya musisi Indonesia akan bekerja sama dengan Jepang, Jepang bekerja sama dengan Indonesia membuka pasar lebih luas lagi," ujar Candra Darusman.
Baca juga: Kemenbud dorong AMI Awards jaga ekosistem musik nasional
Baca juga: Deretan nominasi kategori Ami Awards 2026
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Abdu Faisal
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira