Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan bahwa peningkatan produktivitas perusahaan harus diiringi kemampuan menghasilkan produk berkualitas yang sesuai kebutuhan pasar.

Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menilai, keselarasan tersebut menjadi kunci menciptakan nilai tambah dan memperkuat daya saing industri nasional.

“Peningkatan produktivitas ini tidak akan berdampak nyata jika pasarnya tidak mampu menyerap produk tersebut,” ujar dia.

Lebih lanjut, Yassierli menyatakan produktivitas tidak cukup dibangun lewat perbaikan proses produksi di internal pabrik atau kantor.

Perusahaan juga perlu menerapkan pendekatan 4P+1M, yaitu proses kerja (process), kualitas produk (product), kompetensi sumber daya manusia (people), kebijakan perusahaan (policy), dan pemasaran (marketing).

Dari kelima unsur itu, Menaker menilai pemahaman terhadap kebutuhan pasar perlu mendapat perhatian khusus. Peningkatan kapasitas produksi tidak akan bermakna jika perusahaan gagal membaca peluang dan memastikan produknya memiliki pasar yang jelas.

Ia juga menegaskan bahwa setiap pendampingan produktivitas harus menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur.

Pendekatan pendampingan yang terukur dan terstruktur, kata dia, diharapkan menjadi landasan untuk memperluas cakupan program. Jika proyek percontohan ini berhasil, pendampingan direncanakan diperluas ke lebih banyak perusahaan tahun depan.

“Jika saat ini pendampingan baru menjangkau puluhan perusahaan, ke depannya program tersebut harus mencakup ribuan bahkan ratusan ribu perusahaan,” ujar Yassierli.

Adapun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan pendampingan peningkatan produktivitas sebagai proyek percontohan (pilot project) baru berupa intervensi pemerintah kepada 20 perusahaan agar produktivitasnya meningkat.

Pendampingan berjalan sejak September, dan pada evaluasi ini sejumlah perusahaan memaparkan progres selama dua bulan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Darmawansyah mengatakan peningkatan produktivitas perusahaan merupakan bagian dari upaya Kemnaker memperkuat sisi permintaan tenaga kerja (demand).

Upaya itu berjalan beriringan dengan penguatan sisi penawaran sumber daya manusia (supply) melalui pelatihan vokasi dan pemagangan.

“Jadi, kita melakukan intervensi dari sisi supply melalui pelatihan vokasi dan pemagangan, kemudian dari sisi demand melalui peningkatan produktivitas perusahaan,” kata Darmawansyah.

Baca juga: Kemnaker siapkan BLK jadi pusat pelatihan, wirausaha dan produktivitas

Baca juga: Kementan genjot produktivitas kedelai 3 ton/ha untuk kurangi impor

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Arnidhya Nur Zhafira

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira