Daripada terbuang, kami berpikir apakah hidrogen ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar
Indramayu (ANTARA) - Saat melintasi ruas jalan di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pandangan mata setiap pengendara disuguhkan panorama kontras. Hamparan hijau persawahan terbentang, sementara di belakangnya berdiri lanskap khas kawasan kilang.
Jalinan pipa saling terhubung, deretan tangki penyimpanan, serta cerobong menjulang tinggi seolah membelah langit cerah.
Instalasi pengolahan minyak di kawasan Balongan mulai beroperasi pada 1994. Lebih dari tiga dekade, fasilitas ini menjadi salah satu penopang penting dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Kapasitas pengolahannya mencapai 150.000 barel minyak mentah per hari. Sekitar 82 persen hasil produksinya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi di Jakarta dan Jawa Barat.
Besarnya peran tersebut menuntut kilang bekerja secara efisien. Setiap barel minyak mentah harus diolah dengan perhitungan cermat, sementara pasokan produk tetap dijaga agar kebutuhan energi tidak terganggu.
Pengolahannya pun membutuhkan energi dalam jumlah besar, sedangkan bahan baku menyerap sekitar 90 persen biaya produksi. Kondisi tersebut menjadikan efisiensi sebagai salah satu aspek penting dalam pengelolaan kilang.
Tak banyak yang tahu, salah satu peluang penghematan justru muncul dari nyala api di ujung instalasi pengolahan milik PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan tersebut.
Terukur
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fathnur Rohman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira