Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menetapkan susunan kepengurusan PB PJSI periode 2026-2030.
Kepengurusan baru tersebut akan berfokus pada konsolidasi organisasi, penguatan pembinaan atlet, serta peningkatan prestasi judo Indonesia di tingkat nasional dan internasional.
“Pembentukan kepengurusan baru ini menjadi momentum konsolidasi organisasi guna membangun sistem pembinaan yang lebih terintegrasi, mulai dari pengembangan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, penyelenggaraan kompetisi, hingga penguatan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan olahraga,” kata Maruli dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Penetapan kepengurusan PB PJSI periode 2026-2030 dilakukan melalui Surat Keputusan Ketua Umum PB PJSI Nomor SKEP/01/X/2026 tertanggal 16 Oktober 2026.
Maruli sebelumnya kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XX PJSI pada 11 September 2026. Penunjukan tersebut membuatnya melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua.
“Penetapan kepengurusan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan efektivitas pembinaan atlet, serta mendorong pengembangan olahraga judo Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Maruli.
Dalam struktur kepengurusan baru, Maruli yang juga menjabat Wakil Panglima TNI didampingi dua wakil ketua umum, yakni Mayjen TNI M. I. Gogor A. A. dan Irjen Pol Viktor Sihombing.
Posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Maria Regina Vega, dengan Brigjen TNI Albert Simanjuntak sebagai Wakil Sekretaris Jenderal I dan Brigjen TNI Dr. Saripudin sebagai Wakil Sekretaris Jenderal II.
Adapun jabatan Bendahara Umum diisi Lina Nurhasanah, yang didampingi Chaeruddin Purba Tjahyadi sebagai Wakil Bendahara Umum I dan Josephine Julinda Tampubolon sebagai Wakil Bendahara Umum II.
PB PJSI juga menunjuk tiga staf khusus, yaitu Mayjen TNI Aminton Manurung serta dua warga Jepang, Tsuneo Sengoku dan Toshiya Anzai. Sementara itu, Dewan Guru terdiri atas Irwan Prakarsa, Ni Made Suyudani, Judo Nempung, dan Fanny Pie.
Untuk mendukung pengembangan organisasi dan prestasi atlet, sejumlah bidang strategis turut dibentuk. Bidang Pembinaan Prestasi dipimpin Dr. Ira Purnamasari, sedangkan Bidang Pertandingan dipercayakan kepada Putu Wiradamungga Adesta.
Bidang Pendidikan dan Kepelatihan dipimpin Cliffia Sulistio, Bidang Perwasitan oleh I Made Suwardarma, serta Bidang Penelitian dan Pengembangan oleh Lita Theresia.
Sementara itu, Zainal Arifin memimpin Bidang IT dan Data, Pasekel menangani Bidang Umum, Benny S. Butarbutar memimpin Bidang Humas, dan Kolonel Infanteri Piter Dwi Ardianto bertanggung jawab atas Bidang Hubungan Luar Negeri.
Bidang Hukum dipimpin Carlo Batubara, S.H., Bidang Usaha dan Dana oleh Brigjen TNI Atjep Mihardja Soma, serta Bidang Organisasi oleh Kolonel CPM Unggul Wahyudi. Adapun Linia Tri Hastuti menjabat Kepala Sekretariat.
PB PJSI turut menetapkan empat ketua kluster, yakni Josef Yus untuk Kluster I, Toga Pramandita untuk Kluster II, Dr. Lucia Lefrandt untuk Kluster III, dan Dr. Jonadab Wattimena untuk Kluster IV.
Melalui kepengurusan baru ini, PB PJSI menargetkan penguatan tata kelola organisasi dan sistem pembinaan yang lebih terintegrasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing atlet judo Indonesia sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga judo.
Baca juga: Penguatan binpres jadi fokus utama kepengurusan baru PB PJSI
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hendri Sukma Indrawan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira