Jakarta (ANTARA) - Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez menyebut manajamen ban yang berjalan baik menjadi kunci kemenangannya di MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu.
Jawara dunia MotoGP 2025 tersebut mengatakan bahwa memang sejak awal mencoba untuk tampil agresif di tiga lap pertama meski memulai balapan di urutan kedua.
Langkah tersebut diambil oleh Marc Marquez demi bisa melakukan manajemen ban dengan baik dan terus mencari cara untuk bisa memperlebar jarak dari pesaingnya.
"Ya saya sangat mengontrol terutama pada tiga lap awal balapan. Maksud saya, tiga lap tersebut sangatlah krusial untuk saya demi bisa mengamankan cengkeraman ban yang baik," kata Marc Marquez dikutip dari MotoGP, Minggu.
"Saya akhirnya memimpin, saya memperlebar jarak dari pesaing, dan pada akhirnya saya harus berkata jujur bahwa saya merasakan kondisi (berkendara dengan motor) dengan sangat baik," imbuh pembalap asal Spanyol tersebut.
Baca juga: Marc Marquez tercepat di MotoGP Malaysia 2026
Jawara dunia tujuh kali tersebut mengunci kemenangan di Sepang setelah tampil impresif mendominasi balapan meski sempat mendapatkan perlawanan sengit dari pembalap Red Bull KTM Pedro Acosta dan pembalap Gresini Racing Alex Marquez.
Ini menjadi kemenangan ketujuh musim ini untuk Marc Marquez yang berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara MotoGP 2026.
Pembalap bernomor 93 tersebut memimpin klasemen dengan mengantongi 399 poin atau selisih atau unggul 44 poin atas pembalap Aprilia Racing Jorge Martin yang tertahan di peringkat kedua.
Marc sangat berpeluang besar mempertahankan gelar juara dunia MotoGP apabila memetik kemenangan dalam MotoGP Qatar yang berlangsung di Sirkuit Lusail, Doha pada 6-8 November mendatang.
Secara matematis jika Marc Marquez menang di MotoGP Qatar maka poinnya sudah tidak dapat dikejar oleh Martin meski balapan masih menyisakan dua seri tersisa.
Baca juga: Marc Marquez bisa pertahankan gelar juara dunia jika menang di Lusail
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fajar Satriyo
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira