Jakarta (ANTARA) - Meminum secangkir kopi di pagi hari telah menjadi rutinitas penting bagi sebagian orang sebelum beraktivitas.
Namun ternyata minum kopi sebelum air dapat membuat tubuh terkena dehidrasi menurut publikasi Health pada Minggu (1/11) waktu setempat. Dehidrasi, bersama dengan beberapa efek kopi lainnya, dapat meningkatkan tekanan darah.
Hampir tidak ada bukti ilmiah khusus tentang bagaimana kopi memengaruhi tekanan darah jika dikonsumsi di pagi hari sebelum air. Namun, apa yang diketahui tentang efek kopi pada tekanan darah dapat membantu memberikan gambaran.
Kafein merupakan senyawa utama dalam kopi dan memiliki efek diuretik ringan. Asupan kopi dapat menyebabkan kehilangan cairan ringan dengan meningkatkan aliran darah ke ginjal dan menyebabkan ginjal melepaskan lebih banyak air sebagai urine.
Baca juga: Panduan mengurangi konsumsi kopi untuk jaga kualitas tidur
Efek dehidrasi ini terutama berlaku jika meminum kopi sesekali daripada secara teratur dan dalam jumlah yang lebih besar dari sedang. Efek dehidrasi kopi ditambah dengan tidak minum air berarti dapat membahayakan tubuh terhadap dehidrasi.
Dehidrasi mengentalkan darah, mengurangi cairan dalam pembuluh darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa melawan resistensi, sehingga akan meningkatkan tekanan darah.
Minum air putih sebelum minum kopi dapat membantu menurunkan risiko ini dengan mencegah lonjakan tekanan darah akibat dehidrasi.
Namun, banyak ahli percaya bahwa karena secangkir kopi sudah mengandung air, cairan yang didapatkan darinya mengimbangi efek diuretik ringan kafein, yang menunjukkan bahwa kopi kemungkinan tidak akan mengurangi kadar hidrasi Anda secara signifikan.
Selain itu, meskipun tubuh tidak mengalami dehidrasi akibat kehilangan cairan dalam jumlah kecil semalaman melalui pernapasan dan keringat, minum air putih di pagi hari tetap merupakan kebiasaan yang bermanfaat untuk menyegarkan tubuh sebelum minum kopi.
Lebih lanjut, kopi bersifat sedikit asam dengan kisaran pH sekitar 4,85 sampai 5,13.
Baca juga: Mengonsumsi kopi hangat bisa bantu perlancar buang air besar
Para ahli sering menyarankan agar orang dengan kondisi seperti penyakit refluks gastroesofageal (GERD) menghindari atau membatasi asupan makanan asam seperti kopi, karena tkopi dapat meningkatkan relaksasi sfingter esofagus, memungkinkan asam lambung ekstra masuk ke kerongkongan.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kafein dan komponen lain dalam kopi merangsang produksi asam lambung tetapi tidak mempercepat pengosongan lambung. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kopi dapat meningkatkan risiko masalah pencernaan seperti mulas, gangguan pencernaan, dan ketidaknyamanan umum.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan dua arah antara gangguan pencernaan dan peningkatan stres, kecemasan, dan tekanan emosional, yang semuanya dapat berdampak negatif pada tekanan darah.
Di sisi lain, minum segelas air, terutama air hangat, saat bangun tidur dapat membantu menenangkan dan merilekskan sistem pencernaan, mendukung motilitas usus, dan meredakan masalah pencernaan seperti sembelit, kembung, dan ketidaknyamanan.
Kopi juga dapat meningkatkan tekanan darah sementara, terutama pada orang yang jarang minum kopi. Selain lonjakan sementara, asupan kopi dapat mempengaruhi tekanan darah dari waktu ke waktu bagi sebagian orang.
Selain frekuensi konsumsi, faktor lain bagaimana kopi memengaruhi tekanan darah meliputi seberapa banyak Anda minum, usia Anda, jenis biji kopi, dan metode penyeduhan.
Beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari kafein bagi orang-orang dengan lambung yang sensitif seperti menyiapkan segelas atau sebotol air di samping tempat tidur untuk memastikan air dikonsumsi tepat setelah bangun tidur.
Jika tidak menyukai air tawar, mintalah masukkan dari tenaga medis pribadi apakah boleh menggantinya dengan minum air berkarbonasi (bersoda) sesekali.
Meski demikian, air berkarbonasi juga sedikit asam, jadi mungkin tidak ideal jika kita rentan terhadap iritasi lambung dan gejala gastrointestinal.
Jika menyukai kopi karena panas, pertimbangkan untuk minum air hangat daripada air dingin. Kita juga bisa membuat sarapan cepat dan menyegarkan, seperti smoothie dengan sayuran, buah-buahan, dan susu rendah lemak atau susu nabati, dan meminumnya sebelum minum kopi.
Pertimbangkan pula untuk menyimpan kaldu dan sup sayuran yang sudah siap di lemari es. Hangatkan sepiring dan minumlah sebelum minum kopi.
Baca juga: Kopi panas vs es kopi, mana yang lebih sehat? Ini faktanya
Baca juga: Benarkah kopi bisa membakar lemak? Ini fakta dan risikonya
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hreeloita Dharma Shanti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira