Jangan-jangan pelatih sekaliber Pep Guardiola pun tak akan berhasil di Manchester United, karena persoalan di klub ini bukan cuma soal pelatih, pemain, dan filosofi bermain.

Jakarta (ANTARA) - Keadaan Manchester United, setelah bek tengah Lisandro Martinez mengeluarkan unek-uneknya terhadap manajemen klub itu, malah makin buruk saja.

Tiga hari setelah seri 1-1 melawan Leeds United dalam pertandingan Liga Premier, Setan Merah dibantai 1-4 oleh debutan Liga Champions, Como 1907.

Como baru dua tahun lalu promosi ke Serie A setelah 104 tahun tak pernah bisa menembus liga utama Italia.

Kendati demikian, klub yang diakuisisi oleh Djarum Group asal Indonesia pada 2019 itu sama sekali tidak canggung dan tampil layaknya tim yang sudah berpengalaman di Liga Champions.

Sebaliknya, Como justru memberi pelajaran berharga bagi Manchester United, sang pemilik tiga gelar Liga Champions yang kerap berlaga di level ini, tapi malah tampil gugup dan tidak terorganisasi.

Empat gol dari pemain-pemain Como memaksa kiper Senne Lamens memungut bola dari dalam gawangnya. Itu adalah pencapaian fantastis dari klub yang baru musim ini bertanding di mandala Eropa.

Dalam skor 4-1 pula mereka menggasak RB Leipzig pada laga pertama mereka di Liga Champions, ketika pada hari yang sama MU juga menang 4-0 atas Sabah FK.

Namun, kemudian Como kalah 2-3 dari Feyenord dalam laga kedua Liga Champions, saat bersamaan United juga kalah melawan Atletico Madrid dengan skor 0-2.

Bedanya, setelah kekalahan itu Como bangkit menggasak Fiorentina 3-1 dalam pertandingan liga, sedangkan United nyaris dihantam Leeds United ketika seri 1-1.

Saat kedua klub itu bertemu dalam pertandingan ketiga Liga Champions di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Rabu (21/10), Como menjadi tim yang lebih baik daripada Manchester United.

Tak main-main, mereka menang 4-1, dengan dibarengi statistik lebih hebat pula, karena menguasai 54 persen umpan dan sembilan kali menciptakan peluang emas ketika United hanya bisa membuat empat peluang emas.

Dua tahun setelah promosi ke Serie A yang bertepatan dengan lima tahun setelah diakuisisi Djarum Group, kemajuan Como ternyata jauh lebih progresif ketimbang dua tahun setelah Sir Jim Ratclife mengakuisisi hampir 30 persen saham Man United.

Baca juga: Nico Paz dua gol, Como 1907 hajar Manchester United 4-1

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Jafar M Sidik

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira