Jakarta (ANTARA) - Biasanya, orang yang ingin mengurangi berat badan akan mencoba berbagai cara dari yang normal hingga ekstrem. Mulai dari mengurangi porsi makan, menghindari makanan manis, tidak makan malam, atau bahkan mengonsumsi obat pelangsing yang dijual bebas.

Ada satu kebiasaan yang jarang dibahas oleh orang-orang, tetapi ternyata bisa membuat berat badan turun. Kebiasaan tersebut adalah makan dengan perlahan. Uniknya, hal ini ternyata bisa membantu mengontrol porsi makanan.

Berbeda dengan makan secara cepat yang bisa meningkatkan berbagai masalah kesehatan bagi tubuh. Rutinitas makan perlahan justru sangat baik untuk kesehatan dan bahkan sangat dianjurkan untuk melakukannya.

Baca juga: Ahli gizi bagikan empat kebiasaan makan untuk orang dengan ADHD

Apakah makan terlalu cepat bisa bikin berat badan naik?

Jawabannya adalah iya. Mengutip dari Healthline, orang dengan kebiasaan makan secara cepat berisiko mempunyai berat badan lebih tinggi dibandingkan dengan yang makan perlahan.

Yang lebih mengejutkan lagi, sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang makan terlalu cepat lebih rentan terkena risiko obesitas 115 persen lebih tinggi dibandingkan yang lambat.

Kenapa hal itu bisa terjadi?

Rasa lapar dan kenyang diatur oleh hormon yang ada di dalam tubuh. Setelah makan, tubuh menekan produksi ghrelin atau hormon yang mendatangkan rasa lapar. Dan di waktu yang bersamaan, tubuh juga melepaskan hormon yang memberi sinyal kenyang.

Sinyal tersebut lalu diteruskan ke otak untuk memberi tahu bahwa tubuh sudah mendapatkan makanan. Ketika hal itu terjadi, nafsu makan bisa turun karena rasa kenyang. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Makan secara cepat bisa membuat seseorang terus makan meskipun makanan yang dikonsumsinya sudah cukup bagi tubuh. Hal itu terjadi karena rasa lapar belum datang.

Kondisi tersebut tidak akan terjadi jika makan dengan perlahan. Cara ini membuat otak memiliki lebih banyak waktu untuk menerima sinyal kenyang dari tubuh. Efeknya, seseorang akan sadar bahwa dirinya sudah cukup makan sebelum makan berlebihan.

Selain itu, makan secara perlahan bisa membuat seseorang memiliki banyak waktu untuk mengunyah makanan sebelum menelannya. Metode tersebut bisa membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi sehingga bisa mengontrol berat badan.

Baca juga: Makan sebelum atau sesudah olahraga, mana yang lebih penting?

Tips makan secara perlahan

Setelah mengetahui manfaat dari makan secara perlahan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membiasakan diri makan dengan perlahan. Simak penjelasannya.

Pertama, sediakan waktu yang cukup untuk menikmati makanan tanpa terburu-buru. Makan dengan lebih tenang bisa membantu tubuh mengenali rasa kenyang sebelum seseorang terlanjur makan berlebihan. Cobalah makan sekitar 30 menit agar sinyal kenyang dari otak datang.

Psychology Today menyarankan untuk mengunyah makanan dengan pelan sebelum menelannya. Memperlambat kebiasaan mengunyah bisa membantu mengurangi hasrat ingin ngemil setelah makan. Efeknya akan membuat tubuh tidak kelebihan berat badan dan mengurangi risiko obesitas.

Selanjutnya adalah dengan menghindari gangguan saat makan. Melakukan cara ini bisa membantu seseorang mengontrol asupan kalori dan menjaga berat badan. Cobalah untuk tidak menonton televisi dan jauhkan ponsel ketika makan agar kita lebih fokus pada makanan.

Baca juga: Buah utuh vs jus buah, mana yang lebih sehat? Ini faktanya

Baca juga: Studi: Makan kacang kenari bantu tidur jadi lebih cepat

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Raissa Kusuma Hapsari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira