Moskow (ANTARA) - Prancis telah mencapai masa penentu setelah terjadi serangan teroris di pinggiran kota Paris yang menewaskan satu orang dan melukai empat orang lainnya, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Saya menyebut ini sebagai titik balik karena, untuk pertama kalinya, kami menghadapi aksi terorisme yang direncanakan dengan niat membunuh sesama warga negara kami, anak-anak kami; hanya karena warna kulit atau agama yang dikaitkan dengan mereka," kata Macron kepada wartawan, Jumat (23/10), di Trappes, Prancis, tempat serangan itu terjadi.

Pernyataan Macron itu disiarkan stasiun televisi Prancis.

Baca juga: 70.000 polisi dikerahkan amankan demonstrasi lanjutan Prancis

Pada Jumat (23/10), seorang pria melepaskan tembakan di beberapa lokasi di Yvelines, pinggiran Paris.

Tembakan itu menyebabkan seorang tewas dan lima orang lain mengalami luka serius, termasuk seorang gadis berusia 12 tahun.

Pelaku yang menembakkan senjata otomatis dari dalam sebuah kendaraan itu kini telah ditangkap dan ditahan.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan kantor kejaksaan menganggap insiden tersebut sebagai serangan teroris dengan motif kebencian rasial.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Teror penembakan di pinggiran Paris tewaskan satu, lukai lima orang

Baca juga: Antisipasi unjuk rasa, sejumlah venue budaya di Paris tutup Sabtu ini

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Asri Mayang Sari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira