Jakarta (ANTARA) - Luis de la Fuente meraih penghargaan Pelatih Terbaik Kategori Putra dalam malam anugerah Ballon d'Or 2026 yang berlangsung di London pada Selasa dini hari WIB.
Pelatih timnas Spanyol tersebut mendapat pengakuan setelah membawa La Roja meraih sejumlah gelar bergengsi, termasuk Piala Dunia 2026.
“Penghargaan ini bukanlah pencapaian individu. Ini adalah keberhasilan seluruh tim, sebuah tim yang luar biasa,” kata De la Fuente dalam pidato penerimaan trofi, dikutip dari BBC.
Pelatih berusia 65 tahun itu mengaku terhormat menerima penghargaan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih lain yang masuk daftar nomine karena telah menunjukkan kualitas dan prestasi untuk bersaing memperebutkan trofi.
“Selamat malam, merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk menerima penghargaan ini. Berada di antara para nomine lainnya adalah sesuatu yang sangat istimewa,” ujar De la Fuente.
Ia kemudian mengucapkan terima kasih kepada Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) dan para pemain yang telah bekerja sama dengannya dalam membawa timnas Spanyol meraih berbagai prestasi.
Baca juga: Lamine Yamal raih Kopa Trophy untuk ketiga kali secara beruntun
De la Fuente juga menegaskan bahwa keberhasilan timnas Spanyol tidak terlepas dari komitmen para pemain yang selalu mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.
“Rahasianya terletak pada kerja sama dengan para pemain yang sangat murah hati, menjunjung tinggi solidaritas, dan selalu mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi,” katanya.
Dalam pidatonya, De la Fuente sempat meminta maaf karena keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris. Ia berharap dapat menyampaikan pidato dengan lebih lancar pada kesempatan berikutnya.
De la Fuente ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Spanyol pada Desember 2022 untuk menggantikan Luis Enrique.
Sebelum menduduki posisi tersebut, ia menghabiskan hampir satu dekade menangani berbagai kelompok usia dalam sistem pembinaan RFEF.
Meski pengalaman melatihnya di level klub senior terbilang terbatas, De la Fuente mampu membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Pada 2011, ia sempat menangani Alaves di divisi tiga dengan catatan 11 laga.
Setelah dipercaya menangani timnas senior Spanyol, De la Fuente langsung mempersembahkan gelar UEFA Nations League 2022/23. Ia kemudian membawa La Roja menjuarai Euro 2024 dengan catatan tujuh kemenangan beruntun sepanjang turnamen.
Baca juga: Thomas Tuchel jagokan Harry Kane untuk Ballon d'Or 2026
Puncak keberhasilannya datang pada Piala Dunia 2026. De la Fuente mengantarkan Spanyol mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 melalui perpanjangan waktu pada partai final untuk memastikan gelar juara dunia.
Pada usia 65 tahun 28 hari, De la Fuente tercatat sebagai pelatih tertua yang menjuarai Piala Dunia. Ia juga menjadi pelatih pertama yang meraih seluruh gelar internasional bergengsi di level junior dan senior.
Dalam kurun waktu tiga tahun, De la Fuente membawa Spanyol meraih tiga trofi utama dan mencatatkan 38 pertandingan tanpa kekalahan.
Rentetan prestasi tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola Spanyol.
Penghargaan Pelatih Terbaik Putra Ballon d'Or 2026 menjadi pengakuan atas keberhasilan De la Fuente membangun tim yang kompetitif dan konsisten di level internasional.
Baca juga: 5 pemain Muslim dalam nominasi Ballon d'Or 2026
Baca juga: Kylian Mbappe: Ballon d'Or harus kembali ke Real Madrid
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hendri Sukma Indrawan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira