Purwokerto (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mengatakan pelatihan barista dan pembuatan pastry membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kedai kopi dan produk makanan pendamping.

"Pelatihan ini untuk menyiapkan masyarakat menjadi pengusaha yang mampu melayani kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pembuatan kue pastry dan keterampilan meracik kopi atau barista," katanya saat memantau Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Pengolahan Kopi dan Pastry di Purwokerto, Banyumas, Sabtu.

Pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru.

Legislator yang akrab disapa Erma itu mengatakan keterampilan menjadi barista memiliki prospek menjanjikan, terutama karena tempat nongkrong atau kedai kopi kini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bersantai dan berkumpul.

Menurut dia, menjadi barista membutuhkan keterampilan khusus agar mampu menyajikan minuman kopi, baik panas maupun dingin, sesuai selera konsumen.

“Peluang tersebut juga semakin besar jika dilengkapi kemampuan membuat pastry sebagai makanan pendamping,” katanya..

Dia mengharapkan peserta pelatihan dapat mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha mandiri, seperti membuka kedai kopi maupun usaha pastry di berbagai wilayah Banyumas.

"Harapan kami, dari kelompok-kelompok ini akan lahir kader-kader atau pengusaha yang sukses dan mampu menjawab tantangan serta kebutuhan pasar," kata Erma.

Salah seorang peserta pelatihan pengolahan kopi, Nisfi Ramdhani mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan mengenai pengolahan kopi secara menyeluruh, mulai dari memilih biji kopi, mengenali kualitas dan tingkat pemanggangan atau roasting, hingga meracik minuman.

Menurut dia, peserta juga mendapatkan resep dan komposisi sejumlah minuman, seperti latte dan cappuccino, yang dapat menjadi bekal untuk merintis usaha kedai kopi.

Dia mengaku memperoleh pengalaman baru karena teknik penyajian kopi, termasuk menghasilkan busa susu atau milk steaming dan membuat latte art, membutuhkan keterampilan khusus.

Baca juga: Kembangkan desa wisata, Pemkab Serang latih 16 pemuda jadi barista

Baca juga: SMK Go Global bekali 100 peserta jadi barista siap kerja luar negeri

Sementara itu, peserta pelatihan pembuatan pastry, Yunita Rizka Damayuti mengatakan kegiatan tersebut bermanfaat untuk menambah pengalaman dan keterampilan, terutama bagi masyarakat yang ingin merintis usaha makanan.

Dia mengaku sebelumnya pernah membuat roti untuk konsumsi keluarga, terutama saat Lebaran, tetapi belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengembangkan produk pastry sebagai peluang usaha.

Menurut dia, produk pastry memiliki prospek karena banyak anak muda yang gemar mengunjungi kedai kopi dan biasanya mencari makanan pendamping, seperti croissant.

"Anak-anak zaman sekarang suka nongkrong sambil minum kopi. Biasanya selain kopi, mereka juga mencari pastry atau kue, salah satunya croissant. Karena itu, ketika ada informasi pelatihan ini, saya sangat tertarik," katanya.

Rizka mengharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk merintis usaha sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Selain pelatihan pembuatan pastry dan pengolahan kopi, Kemenperin bersama Komisi VII DPR RI juga memberikan pelatihan bengkel sepeda motor dan pengelasan bagi warga Kabupaten Banyumas.

Baca juga: Sekolah Vokasi IPB gelar pelatihan pastry bagi peserta Kartu Prakerja

Baca juga: Sudin Nakertransgi Jaksel latih 50 warga membuat aneka kue

Peserta pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Pengolahan Kopi yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026) siang, mempraktikkan cara meracik kopi. ANTARA/Sumarwoto

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sumarwoto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira