Minsk (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Selasa (3/11) mengatakan bahwa Rusia tidak pernah menutup pintu bagi Barat dan tetap bersedia untuk bekerja sama dengan negara-negara Barat yang meninggalkan pola pikir bermusuhan terhadapnya.
Sementara itu, Lavrov menekankan bahwa Rusia tidak memiliki keinginan atau rencana untuk berperang dengan Eropa, namun siap jika Eropa memutuskan untuk memulai konflik.
Prospek dialog langsung dengan Eropa masih belum jelas, tutur Lavrov.
Lavrov menyampaikan hal itu dalam Konferensi Internasional Minsk tentang Keamanan Eurasia keempat, yang dibuka di ibu kota Belarus pada Selasa.
Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Belarus tersebut mempertemukan lebih dari 600 perwakilan dari sekitar 50 negara dan kawasan.
Dalam pidato pembukaannya, Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan bahwa membangun model keamanan dan pembangunan berkelanjutan di Eurasia merupakan kebutuhan praktis yang akan memberikan manfaat bagi dunia.
Dia menuturkan bahwa tingginya tingkat unjuk rasa di seluruh Eropa patut diwaspadai, seraya mendesak negara-negara Uni Eropa (EU) untuk mengupayakan jalur kerja sama.
Presiden Belarus tersebut juga mengatakan bahwa krisis Ukraina berpotensi memicu perang besar lainnya dan berharap agar penyelesaian damai atas konflik tersebut dapat segera ditemukan.
Agenda konferensi yang digelar selama dua hari di Minsk tersebut mencakup pengendalian senjata, peran teknologi baru dalam ranah keamanan, serta pengembangan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, yang beranggotakan enam negara, yaitu Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, Rusia, dan Tajikistan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira