Jakarta (ANTARA) - Tunggal putra India Lakshya Sen kembali menemukan kepercayaan diri untuk menghadapi persaingan akhir musim 2026 setelah mengakhiri rentetan hasil buruk dengan menjuarai Hylo Open 2026 di Saarbrucken, Jerman, Minggu (1/11).

Pemain peringkat 14 dunia itu memastikan gelar pertamanya tahun ini setelah menundukkan atlet Indonesia Jonatan Christie 21-17, 21-10 pada pertandingan final di Saarlandhalle.

"Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya memenangi turnamen, jadi rasanya sangat menyenangkan bisa bermain sebaik ini," kata Sen dalam laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin.

Keberhasilan itu menjadi titik balik Sen yang sebelumnya mengalami lima kekalahan beruntun pada babak pertama turnamen yang diikutinya.

Sebelum tampil di Hylo Open, pencapaian terbaik terakhir pemain India itu adalah menembus final All England pada Maret, sedangkan gelar terakhirnya diraih pada Australian Open November 2025.

Rentetan hasil kurang memuaskan itu sempat menghambat upaya Sen menjaga konsistensi di tengah ketatnya persaingan tunggal putra dunia.

Baca juga: Tiwi/Fadia juara, Indonesia bawa satu gelar HYLO Open 2026

Namun, penampilannya selama Hylo Open memperlihatkan perubahan. Sen mampu menjaga kendali permainan sejak babak awal hingga mengatasi Jonatan pada partai puncak.

"Saya senang dengan permainan saya dan keberhasilan memenangi turnamen ini," ujar Sen.

Ia menilai keberhasilan menemukan ritme sejak pertandingan pertama menjadi faktor penting yang membantunya keluar dari periode sulit.

"Saya bertekad memenangi pertandingan demi pertandingan dan penting bagi saya untuk kembali menemukan ritme permainan," katanya.

Gelar juara Hylo Open menjadi modal positif bagi Sen untuk menghadapi turnamen penutup musim BWF World Tour 2026.

Keberhasilan Sen melengkapi pencapaian India di Hylo Open setelah Pusarla V Sindhu menjuarai tunggal putri dengan mengalahkan Line Hojmark Kjaersfeldt 21-12, 21-14.

Sindhu sebelumnya menjuarai Japan Open.

Baca juga: Jojo raih perak HYLO Open 2026

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Ramdan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira