- Kamis, 29 Oktober 2026 12:17 WIB
Warga melintasi aliran lahar hujan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar hujan akibat kenaikan curah hujan dalam lima hari terakhir. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom.
Aktivitas penambang pasir di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar hujan akibat kenaikan curah hujan dalam lima hari terakhir. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom.
Warga melintasi aliran lahar hujan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar hujan akibat kenaikan curah hujan dalam lima hari terakhir. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · antaranews.com
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira