Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu.
Prosesi pemakaman dilakukan secara militer sebagai penghormatan atas pengabdian prajurit yang gugur saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Sebelum dimakamkan, jenazah Heri terpantau tiba di rumah duka di Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, sekitar pukul 11.05 WIB.
Jenazah dipulangkan dari Kalimantan Tengah melalui Bandara Internasional Dhoho, Kabupaten Kediri.
Kedatangan jenazah disambut keluarga dan kerabat dalam suasana duka. Peti jenazah kemudian dibawa ke Masjid Al Ikhlas untuk dishalatkan, sebelum disemayamkan sejenak di rumah duka dan diberangkatkan menuju TMP Trenggalek.
Baca juga: Jenazah korban kecelakaan helikopter dipulangkan ke Jawa Tengah
Heri merupakan anggota Skadron 31/Amur Yudha Cakti Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad) yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 saat menjalankan misi pemadaman karhutla menggunakan metode water bombing di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Ada delapan awak anggota TNI yang tercatat sebagai penumpang dalam helikopter water bombing tersebut, termasuk pilot. Lima orang selamat, tiga meninggal termasuk Heri Prasetyo.
KSAD menyebut jenazah Heri dievakuasi terakhir oleh tim SAR gabungan dari lokasi kecelakaan pada Jumat (6/11) pagi, karena posisinya yang terjebak dalam kabin helikopter yang tenggelam dalam posisi masih mengenakan safety belt.
Jenazah kemudian dibawa menggunakan kapal cepat Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung untuk menjalani proses pemulangan ke kampung halaman.
Dalam peristiwa tersebut, Heri gugur bersama dua prajurit TNI AD lainnya, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar.
Baca juga: TNI AL temukan kotak hitam helikopter Mi-17V5 Puspenerbad
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Destyan H. Sujarwoko
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira