Jakarta (ANTARA) - Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo yang disusun bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mencatat sebanyak 48 persen perempuan telah mendapat akses kredit melalui Kredivo untuk pembiayaan kebutuhan produktif.
Menurut laporan tersebut, jumlah pengguna yang mengakses kredit Kredivo untuk modal usaha meningkat hingga 15 kali lipat dibandingkan 2019.
Perluasan akses ini juga diikuti peningkatan pemanfaatan kredit untuk kebutuhan produktif, yang mencapai 54 persen dari total kredit Kredivo pada 2025.
Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari mengatakan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial dapat membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
"Akses kredit yang sesuai kebutuhan dan kemampuan dapat menjadi salah satu enabler bagi perempuan untuk mengembangkan usaha, memperkuat kemandirian ekonomi, hingga berdampak pada kesejahteraan keluarga," kata Indina dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Temuan penelitian itu turut menunjukkan adanya hubungan positif antara akses kredit produktif bagi perempuan dan penguatan posisi tawar (bargaining power) dalam rumah tangga. Akses terhadap sumber daya ekonomi dinilai dapat mendukung kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan, menentukan pilihan ekonomi, serta berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan, perluasan akses kredit bagi perempuan menjadi salah satu indikasi positif bagi inklusi keuangan karena pembiayaan dapat memengaruhi posisi perempuan dalam keluarga maupun aktivitas ekonomi yang lebih luas.
"Dampak inklusi keuangan tidak hanya dilihat dari terbukanya akses pembiayaan, tetapi juga dari bagaimana akses tersebut mendukung kapasitas perempuan dalam mengelola sumber daya, menentukan pilihan ekonomi, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan secara lebih mandiri," ujarnya.
Perluasan akses pembiayaan bagi perempuan menjadi relevan di tengah tantangan pendanaan yang masih dihadapi pelaku usaha.
Kredivo mengutip data Bank Dunia pada 2020 yang menyebut sekitar 60 persen UMKM di Indonesia dimiliki perempuan, sementara akses pembiayaan masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan usaha.
Di sisi lain, Kredivo menekankan pentingnya penggunaan kredit secara bijak dan sesuai kemampuan finansial.
Perusahaan menyatakan menerapkan prinsip responsible lending serta menjalankan sejumlah inisiatif edukasi keuangan untuk mendorong pemanfaatan kredit yang bertanggung jawab.
Laporan tersebut juga mencatat 65,7 persen pengguna Kredivo tergolong memiliki literasi keuangan yang baik (well-literate).
Melalui perluasan akses, edukasi keuangan, dan penerapan prinsip pemberian kredit yang bertanggung jawab, Kredivo menyatakan berupaya mendukung inklusi keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Baca juga: Studi catat mayoritas peminjam modal usaha Kredivo adalah pelaku mikro
Baca juga: Studi sebut 54 persen kredit Kredivo di 2025 buat kebutuhan produktif
Baca juga: BCA digital salurkan fasilitas “channeling” ke Kredivo Group
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fitra Ashari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira