Moskow (ANTARA) - Korea Utara menolak keras tudingan provokatif Amerika Serikat bahwa mereka dalang di balik peretasan dan pencurian mata uang kripto Binance, lapor kantor berita KCNA pada Rabu.
"Mengenai insiden berskala besar ini, AS lagi-lagi membuat provokasi basi dengan menghubungkan kejadian itu dengan Republik Rakyat Demokratik Korea," kata Kim Yo Jong, adik dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang juga direktur departemen pada Komite Sentral Partai Pekerja Korea.
"FBI berupaya melabeli Korea Utara sebagai 'negara kejahatan siber' dan mengklaim mendapatkan informasi bahwa sebuah organisasi peretas yang 'didukung' Korea Utara terlibat dalam insiden itu," tambahnya.
Baca juga: FBI tuding Korea Utara curi kripto Rp109 triliun dari Binance
Kim menyebut uduhan AS itu sebagai retorika absurd.
Pekan lalu, pendiri Binance Changpeng Zhao mengatakan platformnya telah menjadi korban serangan peretas, tapi dipastikan dana para pengguna tetap aman.
Menurut asesmen awal perusahaan itu, insiden tersebut berdampak pada aset senilai 6,3 miliar dolar AS.
Tanpa memberi bukti, FBI mengklaim telah mendapati adanya keterkaitan Korea Utara dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab mencuri mata uang Binance.
Baca juga: Kim Jong Un ingin percepat pengembangan senjata nirawak berbasis AI
Sumber: Sputnik
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Nabil Ihsan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira