Tokyo (ANTARA) - Korea Selatan pada Jumat mengusulkan digelarnya perundingan militer antar-Korea dengan Korea Utara di tengah meningkatnya ketegangan di sepanjang Garis Demarkasi Militer (MDL) di Zona Demiliterisasi (DMZ).
Wakil Menteri Kebijakan Pertahanan Nasional Korea Selatan, Kim Hong Cheol, dalam sebuah pengarahan mengatakan masih terdapat perbedaan persepsi antara kedua pihak mengenai lokasi sejumlah bagian MDL.
“Tanpa langkah-langkah khusus, tentara dari kedua belah pihak akan terus beroperasi berdasarkan pemahaman masing-masing mengenai garis tersebut, sehingga meningkatkan risiko terjadinya bentrokan yang tidak disengaja,” kata Kim.
Kim menambahkan bahwa peningkatan aktivitas militer Korea Utara baru-baru ini di sekitar MDL, serta siaran pengeras suara dan tembakan peringatan dari pihak Korea Selatan, tidak terlepas dari situasi tersebut.
Ketegangan militer antara kedua Korea meningkat sejak ledakan ranjau darat sekitar satu bulan lalu yang melukai beberapa tentara Korea Selatan.
Seoul menyatakan bahwa Korea Utara bertanggung jawab atas pemasangan ranjau di sisi selatan MDL, sementara Pyongyang dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Korea Selatan juga telah mengusulkan perundingan militer antar-Korea pada November tahun lalu.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Militer Korsel perintahkan respons tegas atas provokasi Korut
Baca juga: Korsel tegaskan terus berjuang pulihkan dialog dengan Korut
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira