Jakarta (ANTARA) - Mengonsumsi kopi setiap harinya sudah seperti kewajiban bagi beberapa orang. Pecinta kopi bahkan terbagi menjadi dua, ada yang lebih suka menikmati kopi dingin dan ada juga yang menyukai kopi panas.

Kopi memang memiliki segenap manfaat kesehatan, seperti menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, depresi dan meningkatkan fungsi kognitif. Namun, apakah perbedaan suhu pada kopi bisa berpengaruh pada manfaat kopi bagi kesehatan?

Baca juga: Matcha vs kopi, mana yang lebih sehat? Ini perbandingannya

Perbedaan kandungan kafein

Kopi panas dan es kopi ternyata mempunyai kadar kafein yang berbeda. Jenis biji kopi, lama penyeduhan, tingkat kehalusan, dan cara kopi dibuat bisa mempengaruhinya.

Banyak orang yang masih keliru dan menganggap bahwa es kopi dan cold brew itu sama. Es kopi biasanya diseduh dengan air panas lalu didinginkan memakai es batu. Berbeda dengan cold brew yang dibuat dengan merendam bubuk kopi di dalam air dingin selama 12 jam.

Mengutip Health, penelitian menunjukkan bahwa kandungan kafein bisa berbeda-beda sesuai dengan metode penyeduhannya. Es kopi yang diminum bersama es batu bisa mempunyai tingkat kafein yang lebih rendah karena mengalami pengenceran.

Selain metode penyeduhan, tingkat sangrai biji kopi juga berpengaruh. Kopi dengan tingkat sangrai yang ringan dan sedang mempunyai lebih banyak kafein dibandingkan kopi sangrai gelap. Jenis biji kopi seperti robusta juga memiliki kandungan kafein dua kali lebih tinggi dibanding arabika.

Suhu kopi juga bisa mempengaruhi sensasi yang dirasakan saat menikmatinya.

Kopi dingin biasanya terasa lebih menyegarkan sehingga cocok diminum ketika cuaca panas. Biasanya kopi dingin diolah menjadi minuman campuran seperti Frappuccino.

Sementara itu, kopi panas bisa memberikan sensasi hangat dan bisa membuat tubuh lebih rileks. Kopi panas yang diminum pagi hari juga bisa meningkatkan rasa semangat.

Baca juga: Benarkah kopi bisa membakar lemak? Ini fakta dan risikonya

Mana yang lebih kaya antioksidan?

Kopi terkenal sebagai sumber antioksidan, termasuk polifenol seperti kuersetin dan flavonoid. Zat tersebut bisa mengurangi peradangan tubuh dan baik bagi kesehatan otak, jantung, hingga daya tahan tubuh.

Beberapa penelitian menemukan bahwa kopi yang di seduh dengan air panas bisa mengandung sedikit lebih banyak antioksidan dibandingkan kopi yang seduh dengan air dingin. Suhu air yang lebih tinggi bisa mendorong pelepasan antioksidan dari bubuk kopi selama proses penyeduhan.

Kadar antioksidan kopi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Biji kopi yang disangrai ringan mempunyai lebih banyak antioksidan dibanding yang disangrai gelap. Selain itu, kondisi lingkungan tempat kopi ditanam juga mempengaruhinya dan menyeduh kopi lebih lama bisa membuat kadar antioksidan semakin tinggi.

Perbedaan kandungan antioksidan kopi panas dan kopi dingin sebenarnya tidak terlalu signifikan, sehingga keduanya tetap mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.

Baca juga: Mendag lepas ekspor produk kopi siap minum ke Australia

Baca juga: Kementrans bangun Rumah Kopi di Aceh Tengah 2027

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Raissa Kusuma Hapsari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira