Jakarta (ANTARA) - Komite High Shareholding Concentration (HSC) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan kajian terhadap metodologi baru penetapan saham HSC, dan membuka peluang perubahan daftar saham kategori tersebut baik melalui penambahan maupun pengurangan emiten.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan Komite HSC yang baru saat ini tengah melakukan peninjauan secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi metodologi yang selama ini digunakan untuk menentukan saham kategori HSC.

"Mungkin saja bisa ada (penambahan), karena komite yang baru sekarang sedang me-review seluruhnya, termasuk metodologi. Jadi, dengan metodologi yang baru nanti, sangat mungkin akan ada penambahan atau pengurangan atau perubahan jumlah saham yang ada di HSC," kata Jeffrey diwawancarai di Gedung BEI, Jakarta, Kamis.

Jeffrey mengungkapkan pembahasan mengenai perubahan metodologi dan komposisi saham HSC masih berlangsung di tingkat komite HSC.

Baca juga: BEI periksa acak "free float" emiten, siap sanksi tegas pelanggar

"Itu sedang dibahas oleh Komite (HSC), nanti akan disampaikan," kata Jeffrey.

Selain mengkaji metodologi, Ia melanjutkan Komite HSC juga akan mengevaluasi saham-saham yang sebelumnya masuk dalam kategori tersebut dan dikeluarkan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Itu (evaluasi) bagian dari rekomendasi yang akan disampaikan oleh komite nanti," ujar Jeffrey.

BEI telah memperluas keanggotaan Komite HSC menjadi sembilan orang, dengan melibatkan pihak eksternal dan independen, diantaranya pelaku industri pasar modal, akademisi, hingga investor asing.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Heriyanto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira