Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengajak generasi muda untuk terus merawat semangat persatuan dan memaknai sejarah perjuangan bangsa melalui semangat Sumpah Pemuda.

Ajakan itu disampaikannya saat membuka kegiatan Napak Tilas Sumpah Pemuda sebagai bagian dari rangkaian acara Merah Muda Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.

"Napak tilas ini bukan sekadar kegiatan berjalan bersama, menyusuri sejumlah tempat bersejarah, tapi lebih dari itu merupakan upaya untuk mengenal sekaligus mengingatkan generasi muda tentang sejarah lahirnya Sumpah Pemuda," kata Charles saat membuka Napak Tilas Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Minggu.

Kegiatan Napak tila ini diikuti 500 pemuda-pemudi seluruh Indonesia ini turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, para pimpinan dan anggota DPR/DPRD jajaran pengurus partai, serta pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut dia, keberanian para pemuda pada tahun 1928 dan semangat persatuan yang menjadi fondasi berdirinya bangsa Indonesia.

Ia menjelaskan, rute napak tilas tahun ini menempuh jarak kurang lebih 3 kilometer, dimulai dari Museum Sumpah Pemuda, melintasi kawasan Gereja Katedral Jakarta, hingga berakhir di Lapangan Banteng.

Dia memaparkan makna historis dari setiap titik rute yang dilalui para peserta, mulai dari Museum Sumpah Pemuda mengingatkan kembali momen bersejarah ketika para pemuda dari berbagai organisasi kedaerahan (Jong Jawa, Sumatera, Ambon dan lainnya) dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda menyatukan tekad mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahas, Indonesia.

Gereja Katedral Jakarta mengandung makna nilai sejarah karena di lingkungannya terdapat Gedung Katholieke Jingelingen Bond yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928, sebelum puncaknya melahirkan ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Kemudian, Lapangan Banteng menjadi titik akhir refleksi perjuangan tokoh-tokoh penting pemuda masa lampau seperti Muhammad Yamin, Sugondp Djojopoespito, dan Mohammad Tabrani.

Charles menekankan pentingnya menjaga agar sejarah perjuangan bangsa tidak berhenti sekedar sebagai catatan buku atau seremoni tahunan, melainkan bertransformasi menjadi sumber inspirasi bagi anak muda untuk berbuat nyata bagi Indonesia.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari napak tilas perjalanan bangsa menyongsong satu abad Sumpah Pemuda pada tahun 2028.

"Mari kita gunakan momentum ini untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan membangun generasi muda yang tidak hanya bangga terhadap sejarah bangsanya, tapi juga bersedia melanjutkan perjuangan untuk masa depan Indonesia," pungkasnya.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Laily Rahmawaty

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira