Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk terus tancap gas atau "gas pol" dalam memerangi dan mengungkap berbagai kasus narkoba dan jaringannya dalam awal-awal masa kepemimpinannya ini.

Menurut dia, langkah agresif Kapolri yang turun langsung ke lapangan adalah prestasi yang luar biasa. Dia pun mengacungi jempol dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Suyudi.

"Kami meminta Polri terus mempertahankan ritme 'gas pol' ini, menyikat habis seluruh jaringan hingga ke akar-akarnya dan para bandar besarnya," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Kapolri bidik kampung narkoba, seluruh kapolda diminta bergerak

Menurut dia, penindakan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian akhir-akhir ini bukan semata-mata soal penegakan hukum atau penangkapan pelaku kejahatan, melainkan sebuah misi kemanusiaan besar yang secara nyata menyelamatkan jutaan warga negara dan generasi muda kita dari kehancuran.

Gebrakan Kapolri itu, dia nilai tidak pandang bulu, menyasar dari hulu hingga ke hilir. Misalnya, langkah Polri dalam membongkar pabrik narkoba di Pidie, Aceh, membabat habis pabrik-pabrik produksi tramadol ilegal yang beroperasi lintas provinsi, hingga keberanian menyisir dan menggerebek langsung sarang-sarang peredaran di berbagai kampung narkoba yang selama ini kerap dianggap sulit disentuh.

Langkah Kapolri yang memimpin langsung operasi-operasi besar itu, menurut dia, memberikan pesan yang sangat kuat bahwa negara hadir dan tidak boleh kalah dengan sindikat narkoba.

"Langkah ini juga otomatis membakar semangat seluruh jajaran kepolisian di daerah untuk bergerak dengan frekuensi dan kecepatan yang sama,' katanya.

Baca juga: Komisi III DPR: Penindakan 1 ton ketamin bukti Kapolri serius berantas narkoba

Baca juga: Kapolri ungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin di perairan Sumut

Baca juga: Kapolri: Laboratorium 1,2 ton sabu di Aceh dikendalikan ahli kimia

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Bagus Ahmad Rizaldi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira