Moskow (ANTARA) - Komisi Eropa menilai negosiasi aksesi Moldova ke dalam Uni Eropa (EU) dapat diselesaikan pada awal 2028, meskipun negara tersebut masih perlu melakukan reformasi lebih lanjut dan menunjukkan hasil konkret dalam pemberantasan korupsi, demikian menurut laporan Komisi Eropa.

"Saat ini, penting bagi Moldova untuk terus mempertahankan laju reformasi yang telah dicapai agar negara tersebut dapat mewujudkan target ambisius, tetapi realistis, untuk menuntaskan negosiasi aksesi pada awal 2028," kata Komisi Eropa pada Rabu.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa selama setahun terakhir, Moldova telah membuka empat kelompok negosiasi dan memenuhi persyaratan untuk membuka kelompok-kelompok negosiasi lainnya.

Brussels juga menilai Moldova telah menunjukkan kemajuan dalam menyelaraskan peraturan perundang-undangannya dengan standar EU serta melaksanakan reformasi di bidang supremasi hukum.

Namun, Komisaris Eropa untuk Perluasan, Marta Kos, menekankan bahwa pemerintah Moldova perlu menunjukkan hasil nyata dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Hal ini mencakup pembangunan rekam jejak yang kuat dalam penyelidikan, penuntutan, dan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap dalam kasus-kasus korupsi," kata Kos.

Dia juga menyebutkan bahwa prioritas Moldova selanjutnya harus mencakup pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ketahanan energi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Hungaria berpotensi cabut veto atas negosiasi aksesi Ukraina, Moldova

Baca juga: Uni Eropa susun peta jalan aksesi khusus untuk Albania hingga Ukraina

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Katriana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira