Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Universitas Brawijaya (UB) menyiapkan prototipe modul berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi perilaku pelajar di Sekolah Rakyat, melalui gelaran AI Talent Factory (AITF) Batch II di Gedung Fakultas Ilmu Komputer.

Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kementerian Komdigi, Gunawan Hutagalung di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan, sistem yang masih dalam bentuk prototipe untuk memudahkan pengasuh di Sekolah Rakyat mencegah perilaku pelajar yang tidak baik kepada lingkungan maupun sesama pelajar.

"Batch II ini kamu membangun modul seperti boarding management system yang akan melakukan deteksi dini untuk menghindari perilaku yang tidak baik di Sekolah Rakyat," kata Gunawan.

Perangkat pengawasan di Sekolah Rakyat akan berupa CCTV yang telah dilengkapi sistem AI.

Penggunaan teknologi itu, kata dia, karena bangunan sekolah rakyat memiliki area luas dan program itu juga mengusung konsep sekolah berasrama, sehingga perlu diawasi detail.

Baca juga: PCO pastikan ada pengawasan cegah perundungan di Sekolah Rakyat

Ia menjelaskan, talenta yang menjadi peserta AITF tetap akan dilibatkan dalam proses pengembangan ketika nantinya modul tersebut telah diimplementasikan di Sekolah Rakyat.

"AI itu sifatnya tidak umum tetapi customize, pada intinya teman-teman ini sudah memiliki bentuk umum prototipe," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof Imam Santoso, mengatakan, model pengawasan yang disiapkan menjadi bagian memitigasi terjadinya perundungan maupun intoleransi di sekolah rakyat.

"Adik-adik (peserta AITF) akan mempelajari dan memetakan kondisi yang ada kemudian bagaimana memitigasinya," kata dia.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer UB Sabriansyah Rizqika Akbar S.T mengatakan karena masih bersifat rancangan awal maka modul berbasis AI masih perlu dikembangkan hingga dinyatakan siap dioperasikan.

"Kami berharap di ruangan ini menghasilkan model untuk dikembangkan sebagai pencegahan perundungan dan masalah lainnya," tuturnya.

Baca juga: Ombudsman Sumbar: Sekolah Rakyat harus miliki Satgas anti perundungan

Baca juga: Anggota DPD minta perundungan di Sekolah Rakyat diantisipasi

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ananto Pradana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira