Palangka Raya (ANTARA) - Kodam XXII/Tambun Bungai menyatakan hingga kini tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap Serda Heri prajurit TNI AD yang masih hilang setelah helikopter MI-17 jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

"Tim gabungan masih melaksanakan pencarian terhadap satu prajurit yang belum ditemukan, yakni Serda Heri," kata Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata, Kamis.

Dia menjelaskan pencarian saat ini melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas dan BPBD menggunakan perahu Landing Craft Rubber (LCR). Selain kondisi air yang keruh dan arus deras, tumpahan minyak di sekitar lokasi jatuhnya helikopter juga menjadi tantangan bagi tim dalam melakukan pencarian.

"Memasuki siang hari, kondisi air mulai pasang dengan arus yang semakin kuat," ucapnya.

Baca juga: Tiba di Kalteng, Menhut utarakan duka atas insiden helikopter karhutla

Dodo menjelaskan, pada Kamis sekitar pukul 13.00 WIB, tim penyelam Basarnas menghentikan sementara proses penyelaman karena kondisi perairan dinilai berisiko terhadap keselamatan personel.

Penghentian sementara tersebut dilakukan sambil mempertimbangkan perkembangan kondisi alam untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.

Di tengah proses pencarian, lima prajurit yang berhasil dievakuasi sebelumnya telah diberangkatkan ke Banjarmasin menggunakan helikopter Penerbad pada pukul 10.10 WIB untuk mendapat perawatan medis.

"Kelima prajurit tersebut masing-masing Kapten Cpn Febri, Letda Cpn Frjiz, Pratu Gilang, Serka Kadia dan Kapten Suganda," ujarnya.

Kelima prajurit tersebut dilaporkan mengalami luka cukup serius dan trauma sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara itu, dua prajurit yang meninggal dunia, yakni Mayor Cpn Dudi dan Lettu Cpn Hafiz telah diberangkatkan menggunakan pesawat Kassa A-9035 untuk proses pemulangan.

Jenazah Mayor Cpn Dudi diberangkatkan menuju Semarang, sedangkan jenazah Lettu Cpn Hafiz dibawa menuju Bandung.

"Kami terus berupaya melakukan pencarian terhadap satu prajurit yang masih belum ditemukan," tegas Dodo.

Sebagai informasi, helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD mengalami kecelakaan saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pada Rabu (4/11).

Baca juga: Kemenhub pastikan dukungan evakuasi helikopter TNI AD jatuh di Kalteng

Baca juga: BNPB sampaikan duka atas gugurnya prajurit TNI saat tangani karhutla

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Rajib Rijali
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Arif Hidayat/Rajib Rijali

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira