Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan kapasitas produksi garam rakyat di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga empat kali lipat melalui pembangunan dapur perebusan garam sebagai bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pascabencana.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Miftahul Huda, dalam keterangan di Jakarta, Minggu, mengatakan peningkatan kapasitas produksi terlihat dari salah satu unit dapur perebusan yang sebelumnya menghasilkan 20–30 kilogram (kg) garam dalam satu kali proses, kini meningkat menjadi sekitar 70–120 kg.
Dengan rata-rata dua kali perebusan per hari, satu unit dapur tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 1,4 ton garam per pekan.
"Bantuan ini tidak hanya berupa bangunan yang lebih kokoh dan permanen, tetapi juga dilengkapi fasilitas tungku dan wajan perebusan dengan kapasitas lebih besar dari sebelumnya,” ujar Huda.
KKP telah menyerahkan 15 unit dapur perebusan garam kepada masyarakat pesisir Bireuen. Jumlah tersebut merupakan tahap awal dari target pembangunan 55 unit di kabupaten tersebut.
Secara keseluruhan, KKP menargetkan pembangunan 506 unit dapur perebusan garam yang tersebar di lima kabupaten di Aceh, yakni Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Baca juga: KKP rehabilitasi 90 dapur produksi garam di Pidie
Baca juga: Sebanyak 5.729 ha tambak-kolam budi daya di Sumatera telah beroperasi
Huda menyampaikan pembangunan fasilitas permanen tersebut ditujukan untuk memulihkan kegiatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan sarana usaha garam rakyat terhadap potensi bencana.
Ia menyebut dari sisi ekonomi, garam hasil perebusan masyarakat dijual dengan kisaran harga Rp3.000–Rp6.000 per kg, sedangkan harga pasar rata-rata berada pada kisaran Rp6.000–Rp9.000 per kg.
Huda berharap dukungan sarana produksi yang lebih memadai dapat membantu pelaku usaha garam kembali berproduksi, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperbaiki pendapatan keluarga.
Sementara itu, Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan daerahnya merupakan penghasil garam terbesar kedua di Provinsi Aceh sehingga memiliki potensi pergaraman yang perlu terus dikembangkan.
Ia berharap fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar mendukung keberlanjutan usaha garam masyarakat pesisir.
Baca juga: KKP ajukan Rp25 miliar untuk revitalisasi tambak garam rusak di Aceh
Baca juga: KKP kucurkan bantuan Rp1,3 miliar untuk petambak garam di Aceh
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Shofi Ayudiana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira