Nagoya (ANTARA) - Pasangan para panahan Indonesia Kholidin/Noviera Ross melaju ke final nomor recurve beregu campuran Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan wakil Iran Gholamreza Rahmi/Somayeh Rahmi Ghahderrijani dengan skor 5-1 pada semifinal di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, Jumat.

Kholidin/Noviera mengatasi pasangan Iran tersebut melalui tiga set pertandingan untuk memastikan satu tempat pada perebutan medali emas.

Pasangan Indonesia mengawali pertandingan dengan kemenangan 36-31 pada set pertama untuk mengamankan dua poin.

Pada set kedua, kedua pasangan bermain imbang 32-32 sehingga masing-masing memperoleh satu poin.

Kholidin/Noviera kemudian memastikan kemenangan setelah unggul 34-28 pada set ketiga sekaligus mengunci kemenangan dengan skor akhir 5-1.

Baca juga: Adyos/Yayang sabet perunggu para tenis meja ganda putra kelas MD8

Hasil tersebut membuat Indonesia berpeluang menambah medali emas dari cabang olahraga para panahan pada pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.

Sebelum mencapai semifinal, Kholidin/Noviera terlebih dahulu melewati perlawanan pasangan Mongolia Demberel Selengee/Purevsed Munkhbaatar dengan kemenangan 5-4 pada perempat final.

Pada pertandingan perebutan medali emas, Kholidin/Noviera akan menghadapi pasangan China Wang Xueqian/Zhao Lixue yang melaju ke final setelah menyingkirkan pasangan India Singh Harvinder/Bhawna dengan skor 6-0.

China merupakan unggulan pertama pada nomor tersebut setelah mengumpulkan 1.270 poin pada babak kualifikasi, sedangkan Indonesia menempati unggulan kedua dengan 1.253 poin.

Pertandingan final dijadwalkan berlangsung pada Jumat pukul 14.05 waktu setempat atau 12.05 WIB.

Baca juga: Fredy Setiawan raih perak para bulu tangkis, akui kurang puas

Baca juga: Boccia beregu campuran BC1/BC2 Indonesia sapu bersih Grup A

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Ramdan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira