Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Florida Polytechnic University, Amerika Serikat, menyiapkan kendaraan terbang listrik Jetson ONE untuk mendukung patroli, mulai dari pencarian orang hilang hingga menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan darat.
Carscoops, Senin (26/10) waktu setempat, melaporkan bahwa kendaraan berjenis electric vertical take-off and landing (eVTOL) tersebut dijuluki Astro dan dirancang menyerupai pesawat nirawak berukuran besar yang dapat mengangkut seorang pilot. Kendaraan itu dibanderol sekitar 148.000 dolar AS.
Menurut data yang dibagikan, Jetson ONE dikembangkan oleh perusahaan asal California, Jetson.
Kehadirannya di lingkungan kepolisian universitas, menjadi upaya untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi mobilitas udara dalam mendukung keamanan dan penanganan keadaan darurat.
Baca juga: NVidia Jetson Nano, komputer mini otak robot seharga Rp1,4 juta
Kepala Kepolisian Florida Polytechnic University Aaron Murray mengatakan, kendaraan tersebut berpotensi membantu petugas menjangkau lokasi yang sulit didatangi kendaraan konvensional.
Selain memantau lingkungan kampus, Astro direncanakan mendukung pencarian orang hilang dan pengiriman perlengkapan darurat.
Kendaraan itu juga akan dimanfaatkan oleh mahasiswa, sebagai sarana penelitian dan pembelajaran teknologi penerbangan.
Dari sisi teknis, Jetson ONE memiliki kecepatan maksimum 63 mil per jam atau sekitar 102 kilometer per jam.
Kendaraan berbobot sekitar 86 kilogram itu mampu terbang selama maksimal 20 menit, sehingga penggunaannya masih dibatasi oleh durasi penerbangan.
Baca juga: NASA akan gunakan AI dan drone untuk bangun pangkalan di Bulan
Namun, pengoperasian kendaraan tersebut untuk kepentingan kepolisian masih menghadapi kendala regulasi.
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) belum memberikan persetujuan akhir untuk penggunaannya dalam kegiatan operasional kepolisian.
Aturan penerbangan ultraringan yang menjadi dasar klasifikasi Jetson ONE saat ini ditujukan bagi kegiatan olahraga dan rekreasi, bukan patroli kepolisian.
Ketentuan tersebut juga membatasi penerbangan di atas kawasan padat penduduk dan pada malam hari.
Dengan demikian, pemanfaatan Jetson ONE untuk patroli masih bergantung pada persetujuan regulator.
Pengembangan ini sekaligus menjadi pengujian terhadap peluang penggunaan kendaraan listrik terbang dalam layanan publik, di tengah keterbatasan daya tahan terbang dan aturan keselamatan penerbangan.
Baca juga: AS batasi sementara penerbangan drone di perbatasan Meksiko
Baca juga: Trump berlakukan tarif atas drone dan komponennya
Baca juga: Sky-Watch luncurkan drone RQ-70 Dainn guna dukung misi intelijen
Penerjemah: Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Chairul Rohman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira