Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Beijing terus memantau perkembangan situasi dan keamanan warga negara Indonesia (WNI), menyusul gempa bumi yang mengguncang wilayah Tibet, China, pada Kamis (22/10) malam waktu setempat.
“Berdasarkan catatan KBRI Beijing, sejauh ini belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak gempa tersebut,” ujar Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Heni Hamidah melalui pesan singkat, Jumat.
KBRI Beijing juga telah menyampaikan informasi terkait gempa serta imbauan keamanan kepada seluruh WNI di wilayah akreditasi melalui sarana hotline di Weixin (Wechat).
Dalam kondisi darurat, WNI yang terdampak gempa dan/atau memerlukan bantuan dapat menghubungi Hotline KBRI Beijing melalui nomor +86-186-1045-5488 (Wechat).
Gempa bermagnitudo 7,0 itu terjadi di wilayah Prefektur Nagqu, Tibet dan berpusat di wilayah pegunungan yang terletak sekitar 190 kilometer dari Kota Nagqu.
Berdasarkan keterangan dari otoritas setempat, hingga Jumat, terdapat sejumlah 16 korban jiwa dan 46 korban luka, dengan kerusakan 339 rumah dan 20 kandang ternak yang dilaporkan roboh.
Pemerintah setempat juga telah mengerahkan lebih dari 1.600 personel pencarian, penyelamatan, dan penanganan korban, serta telah menyalurkan sejumlah bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Baca juga: Gempa dahsyat di Tibet, China, menewaskan 126 orang
Baca juga: BMKG: Gempa dahsyat di Nepal-China tak berpengaruh ke Indonesia
Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Yashinta Difa Pramudyani
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira