Istanbul (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Jepang, Jumat, menyatakan bahwa akses tidak sah ke sistem mereka kemungkinan telah membahayakan sekitar 3.600 data yang berisi informasi pribadi, termasuk nama dan alamat email.
Menurut surat kabar Nikkei, sekitar 900 dari catatan yang terdampak merupakan milik individu di luar kementerian tersebut.
Kementerian mendeteksi pelanggaran keamanan tersebut pada Rabu dan segera mengambil langkah untuk memblokir akses lebih lanjut serta membatalkan kredensial autentikasi.
Investigasi menemukan bahwa informasi pribadi mungkin telah bocor kepada pihak ketiga, meski diyakini tidak ada data yang sangat rahasia yang ikut terdampak.
Sistem paspor dan layanan saran perjalanan (travel advisory) tidak terpengaruh oleh insiden tersebut.
Kementerian berjanji untuk memperkuat langkah-langkah keamanan siber guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Secara terpisah, All Nippon Airways (ANA) pada Jumat menyatakan bahwa data pribadi, termasuk nomor paspor, milik sekitar 37.800 pelanggan telah bocor akibat akses tidak sah ke sistem layanan penumpang milik pihak kontraktor, menurut laporan Kyodo News.
Ryohin Keikaku, operator jaringan ritel Muji, juga mengungkapkan bahwa hingga 27,26 juta data pelanggan mungkin telah terekspos melalui akses tidak sah ke aplikasi resmi mereka; namun, nama dan informasi kartu kredit dipastikan tidak ikut terdampak.
Serangkaian insiden itu terjadi di tengah maraknya pelanggaran keamanan siber yang menimpa berbagai perusahaan di Jepang.
Menurut data yang dihimpun dari laporan Komisi Perlindungan Informasi Pribadi pemerintah Jepang, sebagaimana diberitakan oleh The Japan News pada Jumat, informasi pribadi milik sekitar 260 juta orang telah terdampak dalam kurun waktu antara April hingga pertengahan Oktober.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Jangan asal kirim foto ke AI, ini risiko privasinya
Baca juga: 5 data pribadi yang jangan dibagikan di medsos
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira