Jakarta (ANTARA) - Indonesia menyambut baik peningkatan interaksi bilateral di tingkat pejabat tinggi dengan Kazakhstan sebagai wujud kesadaran bersama akan tingginya potensi penguatan kerja sama di berbagai sektor.
Seperti disampaikan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Santo Darmosumarto, sejak menjalin hubungan diplomatik pada 1993, Indonesia dan Kazakhstan terus meningkatkan kemitraan di bidang politik, ekonomi, budaya, serta hubungan masyarakat.
“Indonesia melihat potensi besar untuk meningkatkan interaksi dengan Kazakhstan. Dalam dua tahun terakhir, hubungan bilateral kita terus mendapat momentum,” kata dia dalam pertemuan ketiga Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia oleh Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, Rabu.
Ia kemudian menjabarkan bahwa pada pertengahan 2025, delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang melakukan kunjungan ke Kazakhstan untuk mendorong peningkatan kerja sama antarparlemen.
Kemudian pada Mei 2026, Indonesia dan Kazakhstan menyelenggarakan sidang Komisi Bersama untuk Kemitraan Ekonomi di Astana untuk mengidentifikasi potensi baru dalam kerja sama bilateral.
Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta ke Kazakhstan pada Juni 2026 juga semakin mendorong dialog dan kerja sama politik kedua negara, ucap dia.
Santo menilai semakin intensifnya pertemuan antara pejabat tinggi Indonesia dan Kazakhstan merupakan momentum positif yang tak boleh disia-siakan untuk meningkatkan kemitraan bilateral.
“Kita harus memanfaatkan momentum positif ini dengan memperkuat perdagangan, investasi, dan pariwisata, kemudian menjajaki peluang kerja sama baru di sektor energi dan sumber daya mineral, produk halal, kesehatan, dan ketahanan pangan,” ucap Dirjen Santo.
Dalam upaya itu, ia juga mengingatkan pentingnya Indonesia dan Kazakhstan meningkatkan konektivitas antara satu sama lain serta mendorong peningkatan interaksi antara sektor swasta di kedua negara.
Dirjen di Kemlu RI itu menambahkan bahwa kesepakatan perdagangan bebas antara Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) sejak akhir 2025 membuka peluang baru untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan perdagangan dengan Kazakhstan, yang merupakan anggota EAEU.
Santo pun berharap agar kemitraan Indonesia-Kazakhstan dapat semakin berkembang berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghargai, dan mewujudkan kemakmuran bersama.
Baca juga: Indonesia bebaskan visa kunjungan untuk warga Kazakhstan
Baca juga: RI-Kazakhstan bahas koridor perdagangan tingkatkan ekonomi
Baca juga: Kemdiktisaintek buka peluang tingkatkan kolaborasi dengan Kazakhstan
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Nabil Ihsan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira