Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut capaian Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bengkulu sebesar 206,79, tertinggi secara nasional berkat dukungan komoditas unggulan yakni karet dan kelapa sawit.

"Tentunya yang sangat berperan dan berkontribusi positif melalui komoditas karet dan kelapa sawit sebagai produk unggulan daerah. Kalau kita lihat, NTP Bengkulu paling tinggi, yakni 206,79. Ini berdasarkan data," kata Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Eko Nugroho Dharmo di Bengkulu, Jumat.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian untuk Mendukung Percepatan Tanam Padi Model Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak Bengkulu, Jumat.

Dia menyebutkan kontribusi komoditas karet dan kelapa sawit menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi sektor pertanian dan perkebunan masyarakat Bengkulu. Capaian NTP tersebut juga menjadi salah satu indikator yang menggambarkan perbandingan nilai yang diterima petani dengan pengeluaran yang mereka keluarkan.

Baca juga: Naiknya harga komoditas pangan dongkrak kesejahteraan petani Jabar

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat produktivitas pertanian melalui program percepatan tanam padi PM-AAS. Untuk Provinsi Bengkulu, target luas tanam melalui program tersebut mencapai 8.214 hektare, dengan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) hingga Oktober 2026 tercatat 1.171,37 hektare.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian melalui program PM-AAS sebagai salah satu strategi percepatan tanam padi dan penguatan produksi pangan di daerah.

"Kami mengapresiasi Kementerian Pertanian RI dengan adanya program ini sebagai strategi baru. Saya berharap pemerintah kabupaten dan kota benar-benar hadir dan turun langsung ke lapangan, bukan hanya di balik meja. Kita harus mengawal kegiatan ini secara optimal," ucap Mian.

Baca juga: Pemprov Bengkulu jajaki perdagangan karbon melalui bursa pada 2027

Mian meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota terlibat aktif mengawal pelaksanaan program, terutama dalam memastikan kesiapan lahan dan mempercepat kegiatan tanam di wilayah masing-masing agar target yang telah ditetapkan dapat terealisasi.

Dia menekankan keberhasilan program percepatan tanam membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani. Pendampingan serta koordinasi langsung di lapangan diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Boyke Ledy Watra

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira