Produktivitas kedelai sebelumnya rata-rata 1,6-1,8 ton per hektare. Sedangkan nantinya diupayakan menjadi 3 ton per hektare. Upaya tersebut dilakukan melalui program bantuan benih dari pemerintah dengan sasaran 50.000 hektare lahan
Grobogan (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya meningkatkan produktivitas tanaman kedelai menjadi 3 ton per hektare (ha) dengan target sasaran lahan seluas 50.000 hektare, sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor.
"Produktivitas kedelai sebelumnya rata-rata 1,6-1,8 ton per hektare. Sedangkan nantinya diupayakan menjadi 3 ton per hektare. Upaya tersebut dilakukan melalui program bantuan benih dari pemerintah dengan sasaran 50.000 hektare lahan," kata Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet saat menghadiri gerakan tanam kedelai dalam rangka percepatan peningkatan produksi kedelai di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa.
Ia berharap dengan sasaran 50.000 hektare, jika setiap hektare bisa dioptimalkan menjadi 3 ton, maka melalui program bantuan benih dari pemerintah harapannya bisa memproduksi 150.000 ton kedelai.
Ia mengatakan, peningkatan produksi kedelai menjadi salah satu upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor. Pasalnya, kedelai merupakan salah satu sumber protein utama masyarakat Indonesia, terutama sebagai bahan baku pembuatan tempe dan tahu.
Namun, hingga kini kebutuhan kedelai nasional masih banyak dipenuhi dari luar negeri.
Berdasarkan perkiraan Kementerian Pertanian, impor kedelai pada tahun ini mencapai 2,5 juta hingga 2,6 juta ton. Sementara itu, hingga bulan ini realisasi impor tercatat sekitar 1,9 juta ton.
"Karena kedelai ini salah satu sumber protein utama. Sebagian besar masyarakat tentu mengonsumsi tempe dan tahu. Namun, sayangnya kita masih impor dalam jumlah besar. Karena itu, kita berupaya mewujudkan arahan Presiden dan Menteri Pertanian untuk mengurangi ketergantungan impor dengan meningkatkan produksi di tingkat nasional," ujarnya.
Menurut dia, Kabupaten Grobogan dipilih sebagai salah satu lokasi awal gerakan tanam karena memiliki sejarah panjang sebagai sentra produksi kedelai. Selain itu, produktivitas kedelai di daerah tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Program peningkatan produksi kedelai di Grobogan juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, hingga perusahaan pupuk.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut didukung Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui penerapan metode Smart Agriculture Enterprise (SAIE) yang mengintegrasikan pengelolaan pertanian dari hulu hingga hilir.
"Ini kolaborasi luar biasa. Kita juga mendapat dukungan dari UGM dan PT Pupuk. Harapannya, program ini benar-benar bisa menjadi model pengembangan kedelai untuk mewujudkan swasembada," ujarnya.
Khusus Kabupaten Grobogan, Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan kedelai pada lahan seluas 5.025 hektare. Dengan asumsi produktivitas mencapai 3 ton per hektare, program tersebut diharapkan menghasilkan sekitar 15.000 ton lebih kedelai.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof. Dr. Mirwan Ushada mengatakan, penerapan Smart Agriculture Enterprise merupakan bentuk teknologi tepat guna yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian para peneliti UGM.
Menurut dia, upaya mewujudkan swasembada pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi.
"Pendekatan Smart Agriculture Enterprise ini bersifat interdisipliner dan melibatkan multi pihak. Kami akan mengawal penerapan teknologi ini sekaligus membuka kesempatan untuk mengadopsi nilai-nilai lokal yang bisa menjadi keunggulan dalam mendukung swasembada pangan," ujarnya.
Baca juga: Bapanas: Program SPHP kedelai terukur, jaga usaha perajin tahu tempe
Baca juga: Amran buka jalan bagi BUMN kelola cadangan kedelai nasional
Baca juga: Bapanas pastikan stok kedelai aman, akhir tahun surplus 290 ribu ton
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Akhmad Nazaruddin
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira