Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan program Sekolah Rakyat terbuka untuk menampung anak-anak penyandang disabilitas, namun dengan ketentuan yang disesuaikan berdasarkan hasil asesmen tingkat kebutuhan dan kondisi masing-masing anak.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf selepas pertemuan terbatas dengan jajaran pimpinan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa penempatan anak disabilitas di Sekolah Rakyat dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan tingkat kedaruratan dan kemampuan adaptasi anak.

"Ya lihat sampai seberapa ini dulu ya, disabilitasnya ya. Jadi, kan nggak semua bisa dijadikan satu. Tapi, selama masih memungkinkan, kita terima itu, Sekolah Rakyat itu," kata dia.

Baca juga: KPAI harap Sekolah Rakyat optimalkan akses pendidikan anak disabilitas

Meski belum menjelaskan secara rinci, Saifullah memastikan bahwa sejauh ini telah terdapat beberapa kasus dimana anak penyandang disabilitas mental di berbagai daerah, seperti di Bekasi, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Utara, diikutsertakan dalam program Sekolah Rakyat dan menunjukkan perkembangan yang sangat positif setelah berjalan satu tahun.

Namun demikian, lanjutnya, apabila hasil asesmen menunjukkan bahwa anak yang bersangkutan belum memungkinkan untuk langsung mengikuti proses pembelajaran reguler, pihak kementerian akan mengarahkan mereka untuk menjalani rehabilitasi terlebih dahulu di balai atau sentra rehabilitasi sosial milik Kementerian Sosial.

"Jadi, kita lihat kondisinya ya, kondisi hasil asesmennya seperti apa. Kalau memang memungkinkan, ya kita gabung. Kalau enggak, kita di sentra dulu untuk dilakukan rehabilitasi," ujarnya.

Baca juga: KemenPPPA tekankan penguatan perlindungan anak disabilitas di SR

Baca juga: Sekolah Rakyat wujudkan cita-cita anak keluarga disabilitas di Malang

Saifullah menegaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat dirancang dengan mengintegrasikan tiga fungsi utama yang berjalan secara beriringan, yakni fungsi edukasi, rehabilitasi dan vokasi.

Melalui skema tersebut, anak-anak yang belum siap secara psikologis maupun motorik untuk mengikuti kegiatan belajar formal akan mendapatkan intervensi rehabilitasi di sentra-sentra pelayanan Kementerian Sosial hingga siap bergabung bersama siswa lainnya.

"Kami berterima kasih atas rekomendasi-rekomendasi yang diberikan kepada Kementerian Sosial. Kami juga terima kasih selama ini KPAI mendampingi kami, terutama dalam rangka menjalankan program strategis Bapak Presiden Sekolah Rakyat," kata dia.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · M. Riezko Bima Elko Prasetyo

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira